PALEMBANG, fornews.co – Database atlet dan pelatih yang berprestasi menjadi acuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua mendatang.
Sekretaris Umum KONI Sumsel, Ahmad Taqwa menerangkan, bahwa data menjadi awal dalam meraih prestasi dan menjadi bagian penting dalam sistem untuk mencapai prestasi di bidang olahraga. Saat ini, KONI Sumsel terus bekerja mendorong prestasi di PON 2020 Papua, dengan membentuk program Sriwijaya 2020.
“Ini sistem untuk menyiapkan atlet di PON Papua. Maret lalu sudah kita mulai, atlet berprestasi yang datanya sudah ada, sudah dipanggil dan dikumpulkan, dan telah disiapkan,” terangnya, pada Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Data Pelaku dan Tenaga Keolahragaan Nasional Provinsi Sumsel, Mendukung Persiapan Asian Games 2018, di Hotel Peninsula, Selasa (29/08).
Taqwa melanjutkan, pada era saat ini data atlet dan pelatih berprestasi tak hanya sebatas tersedia saja, tapi saat ini soal kecepatan. Artinya, kalau dibutuhkan data dalam hitungan menit bisa didapat. “Barulah peperangan dibidang olahraga bisa dimenangkan. Misalnya saat dibutuhkan data untuk pemberian penghargaan buat atlet atau berprestasi pada Hari Kemerdekaan RI atau Hari Olahraga Nasional. Maka KONI Sumsel ataupun Pengprov harus punya database,” sambungnya.
Sementara, Wakabid Pendidikan dan Penataran KONI Pusat, Nazarudin menuturkan, kedatangan pihaknya ke Sumsel guna meng-update database yang ada saat ini. “Kita apresiasi database yang sebenarnya sudah ada di KONI Sumsel, kita tahu juga ini Provinsi terbaik di luar jawa, karena banyak event internasional digelar disini,” tuturnya.
Wakil Bidang Pusat Pengolahan Data (Pulahta), Trisono Widiyanto mengakui, jika data yang ada sekarang tertinggal jauh dengan yang ada di daerah. Pihaknya terakhir mengupdate database saat PON di Bandung. Tapi, itu juga masih jauh dari sempurna.
“Misalnya di data kita, Sumsel cuma punya 14 pelatih, empat wasit, saya kira pasti lebih, makanya kami datang dan akan membagikan formulir untuk memperbaharui database itu,” ujarnya.
Terkait permintaan pengurus provinsi (pengprov) untuk mempermudah pengisian formulir lewat aplikasi atau email langsung, pihaknya pun siap untuk mengakomodir hal itu. “Tujuan kegiatan ini mengetahui apa yang harus dilakukan untuk pengumpulan data, jadi pastinya akan kita pertimbangkan seluruh masukan,” tandasnya. (tul)

















