PALEMBANG, fornews.co – Mengkonsumsi daun kelor dianggap punya beragam manfaat untuk kesehatan, salah satunya daun ini dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Lantas, enarkah demikian?
Ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa saja kandungan nutrisi dalam tanaman yang mempunyai nama latin Moringa oleifera ini. Dari sisi medis, daun ini memang mempunyai beragam nutrisi yang baik untuk menunjang kesehatan serta mendukung fungsi tubuh.
Ragam nutrisi yang bisa didapatkan pada 21 gram daun kelor diantaranya, Protein: 2 gram, Zat besi: 11% dari rata-rata kebutuhan harian, Vitamin C: 12% dari rata-rata kebutuhan harian, Magnesium: 8% dari rata-rata kebutuhan harian, Vitamin B6: 19% dari rata-rata kebutuhan harian, Riboflavin (B2): 11% dari rata-rata kebutuhan harian, Vitamin A (dari beta karoten): 9% dari rata-rata kebutuhan harian.
Dilansir dari sehatq, Senin (08/02), daun kelor memng dapat menurunkan kadar kolestrol jahat dalam tubuh. Hal ini tak lepas dari kandungan sterol yang ada dalam Moringa oleifera. Dalam sebuah studi, peneliti memberikan suplemen dengan kombinasi antara daun kelor, kari, dan kunyit kepada 130 orang yang memiliki kelebihan berat badan secara acak.
Beberapa dari mereka hanya diminta untuk mengonsumsi plasebo saja. Setelah mengonsumsinya secara rutin dalam 16 minggu, kelompok yang minum suplemen kombinasi antara daun kelor, kari, serta kunyit mengalami penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) dibandingkan kelompok plasebo.
Selain itu, kadar kolesterol baik (HDL) diketahui juga mengalami peningkatan. Meskipun begitu, khasiat daun kelor untuk kolesterol mungkin dapat berbeda pada masing-masing orang. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila hendak mengonsumsi daun ini secara rutin.
Bagaimana cara mengonsumsi daun kelor?
Khasiat daun kelor untuk kolesterol dapat dirasakan baik dalam bentuk bubuk maupun sayuran. Daun kelor dapat dinikmati dalam bentuk utuh maupun bubuk ekstrak.
Daun kelor bisa dikonsumsi dengan beragam cara, seperti diseduh dalam bentuk teh maupun dicampurkan ke dalam masakan. Selain itu, Anda juga dapat menemukan tanaman ini dalam bentuk bubuk ekstrak.
Sementara itu, dosis harian untuk mengonsumsi daun kelor bergantung pada beberapa faktor, antara lain usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Hingga saat ini, belum ada informasi ilmiah terkait batas konsumsi daun kelor dalam sehari.
Apabila memanfaatkan daun kelor dalam bentuk ekstrak atau suplemen, pastikan untuk minum sesuai aturan yang tertera di kemasan. Berkonsultasit terlebih dulu sebelum mengonsumsi daun kelor lebih disarankan agar aman dan mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Menurut sejumlah penelitian, daun kelor adalah tanaman yang aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Meski begitu, Anda disarankan untuk tidak mencampurkan daun ini dengan obat untuk mengatasi diabetes atau tekanan darah. Hal tersebut sebaiknya dihindari karena daun kelor memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah.
Selain itu, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun kelor ketika tengah hamil. Senyawa yang terkandung dalam tanaman ini diketahui dapat merangsang kontraksi rahim. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran.
Jika Anda hendak mengonsumsi daun kelor pada masa kehamilan, jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Langkah tersebut berguna untuk mencegah hal-hal buruk yang tidak diinginkan. (rif/*)
















