SEKAYU, fornews.co – Pemkab Musi Banyuasin mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan karena berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan meraih Anugerah Plakat Capaian Opini WTP lima (5) kali berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Penghargaan diserahkan langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Taukhid, yang diterima Bupati Muba Dodi Reza Alex di Ruang Audiensi Bupati Muba, Senin (26/10).
“Dalam kesempatan ini, kami mengapresiasi Pemkab Muba yang sangat konsisten mengelola dengan baik keuangan negara sehingga berhasil meraih opini WTP lima tahun berturut-turut,” ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Taukhid SE MSc MBA.
Menurutnya, konsistensi kepala daerah sangat dibutuhkan dalam pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel sehingga dapat terwujud penggunaan anggaran yang baik dan maksimal.
“Semoga Pemkab Muba dapat terus mempertahankan capaian yang selama ini telah diraih,” katanya.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan atas penghargaan tersebut. Ia pun menyampaikan keberhasilan yang didapatkan Pemkab Muba selama lima tahun berturut-turut tersebut, merupakan suatu hasil kerja keras dan prestasi seluruh jajaran Pemkab Muba bersama pihak-pihak terkait lainnya.
“Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh jajaran Pemkab Muba dan DPRD Muba kita dapat mempertahankan penghargaan WTP, ini sangat luar biasa,” ujar Dodi.
Dodi menambahkan, Pemkab Muba juga berhasil mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dua kali berturut-turut, di mana periode pertama sebesar Rp11.924.596.000 dan periode kedua sebesar Rp15.736.961.000.
“Alhamdulillah Muba mendapatkan DID tambahan dari Kementerian Keuangan dua periode berturut atas kinerja anggaran untuk penanggulangan Covid-19,” tuturnya.
Lebih lanjut Dodi menyampaikan, peruntukan DID periode kedua difokuskan pengalokasiannya untuk pemulihan ekonomi, bantuan sosial dan bidang kesehatan. “Kita sangat all out dan konsen dalam upaya pemulihan ekonomi warga Muba terdampak Covid-19,” katanya.
Sekretaris Daerah Muba Apriyadi menargetkan Pemkab Muba tetap bisa kembali meraih opini WTP tahun-tahun berikutnya.
“Bekerja dengan selalu transparan dan tepat waktu akan menjadi prioritas kami di Pemkab Muba,” tegasnya. (ije)

















