YOGYAKARTA, fornews.co–Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Daerah Istimewa Yogyakarta menyayangkan kerusuhan aksi demonstrasi UU Cipta Kerja di Yogyakarta pada 8 Oktober 2020 lalu.
Kerusuhan dan anarkisme yang mengakibatkan kerusakan fasilitas publik di Malioboro tidak mencerminkan budaya masyarakat Yogyakarta.
Koordinator BEM DIY, Muhammad Asfar, menegaskan pihaknya murni melakukan aksi demi kepentingan masyarakat.
“Anarkisme yang terjadi di Yogyakarta pada 8 Oktober kemarin sangat kami sayangkan,” ungkap Muhammad Asfar, di Kepatihan, Senin (2/11/2020).
Koordinator BEM DIY itu menyampaikan perlunya bersilaturahmi kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwana X, untuk meluruskan anarkisme aksi demonstrasi UU Cipta Kerja pada beberapa waktu lalu.
Secara kelembagaan, pihaknya tetap melakukan aksi unjuk rasa damai dan memastikan tidak terkait dan terlibat dengan anarkisme itu.
“Kejadian itu sangat tidak mencerminkan kultur Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan miniatur Indonesia yang penuh kaum intelektual,” ucap Muhammad Asfar.
Menanggapi keterangan BEM DIY, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwana X, menegaskan kepada mahasiswa harus pandai membaca situasi.
“Pada prinsipnya Pemerintah tidak melarang siapa pun berunjuk rasa. Tetapi, setiap kegiatan harus dipastikan sudah mengantongi izin dari kepolisian,” kata Raja Yogyakarta tegas.
Sri Sultan Hamengku Buwana X, juga mengatakan aksi yang sempat rusuh itu membuat ketidaknyamanan bagi semua pihak.
“Kalau sekiranya dalam menggelar aksi berpotensi ditunggangi pihak-pihak tertentu, seyogyanya ditunda.”
Menurut Sri Sultan, kepedulian mahasiswa juga diperlukan sikap kritis dalam membangun karena dapat menjadi bibit unggul untuk kualitas pemerintah di masa depan.
Raja Yogyakarta itu mengingatkan kepada mahasiswa bahwa tugas utamanya adalah belajar. Akan sangat berisiko jika larut dalam kegiatan lain sehingga melupakan tugas utamanya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwana X, berharap mahasiswa yang merantau ke Yogya tidak mengecewakan orang tua di kampung halaman.
Pihaknya bahkan siap menjadi orang tua kedua bagi mahasiswa yang merantau di Kota Gudeg, sehingga betah dan merasa nyaman selama belajar di Yogyakarta. Kemudian, setelah lulus dapat membangun daerah asalnya. (adam)
FORNEWS OFFICIAL
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















