
PALEMBANG, fornews.co- Seorang kakek dan merupakan petani warga Makarti, Kabupaten Banyuasin, Cahyono (60), tewas ditembak oleh orang tidak dikenal (OTD) saat pulang dari sawahnya Minggu (29/01).
Informasi yang dihimpun di lapangan, korban Cahyono, bersama istri Rosini (51) dan menantunya, pulang dari sawahnya yang berada di kawasan perairan dengan mengendarai perahu ketek. Namun, belum sempat berjalan, muncul sebanyak tujuh orang tidak dikenal dan memakai topeng menghadang korban, dengan sejata api (senpi) dan senjata tajam (sajam). Tanpa bosa-basi pelaku langsung menembak korban sebanyak dua kali.
Dari keterangan Iwan (33) anak kedua dari Caryono, bahwa bapaknya tewas ditembak lantaran ada permasalahan tanah yang dikelola bapaknya. Karena menurutnya, seminggu yang lalu, ada seseorang mengancam bapaknya. “Memang bapak saya, seminggu yang lalu datang orang mengancam bapak masalah tanah. Tapi sudah ada dua pelaku yang berhasil ditangkap oleh Polsek Makarti,” ujarnya, yang ditemui di Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, Senin (30/01).
Sementara istri korban (Cahyono), Rasini menceritakan kronologis suaminya ditembak OTD, berawal saat dirinya beserta suami dan menantunya hendak pulang dari sawah Minggu (29/01) sekitar pukul 14.00 WIB, menggunakan ketek. Pelaku tidak ada yang dapat dikenalinya, karena menggunakan topeng. Dirinya suami dan menantunya, tidak berdaya ketika pelaku yang berjumlah tujuh orang menodongkan senjata api dan senjata tajam.
“Pada saat kejadian, empat orang pelaku berada ketek, dan tiga orang lainnya berada di atas (darat). Mereka menggunakan topeng. Mereka menembak sebanyak dua kali, satu mengenai dada kanan dan satu lagi mengenai telinga tapi hanya menyerempet. Selama ini keluarga kami tidak ada permasalahan, tidak tahu mengapa tiba-tiba dihadang dan ditembak,” terangnya, dengan wajah trauma atas kejadian tersebut.
Di sisi lain, Dokter Forensik RS Bhayangkara Kompol Dr Mansuri menerangkan, dari hasil ronsen (rontgen) sementara ada dugaan korban meninggal tidak wajar tetapi untuk memastikannya akan dilakukan outopsi terlebih dahulu. “Permintaan outopsi sudah ada dari penyidik. Saat ini belum diketahui apakah di dalam tubuh korban ada projektil (peluru) atau tidak, karena masih akan dioutopsi terlebih dahulu,” tukasnya. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari aparat kepolisian Polres Banyuasin. (bay)

















