PALEMBANG, fornews.co – Tim Advokasi dari Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumsel, Herman Deru – Mawardi Yayhya (HD-MY) menduga, Gubernur Sumsel Alex Noerdin telah menyalahgunakan forum sosialisasi Asian Games 2018 sebagai ajang sosialisasi salah satu paslon.
Ketua Tim Advokasi HD-MY, Dhaby K Gumayra mengatakan, atas dasar itu mereka melayangkan surat terbuka kepada wakil presiden selaku ketua panitia pengarah Asian Games 2018 (INASGOC).
“Isi surat terbuka kami, bahwa kami mempersoalkan sosialisasi-sosialisasi penyelenggaraan Asian Games di Sumsel yang dilaksanakan Gubernur Sumsel, yang kami duga dan sudah kami temukan indikasi, juga mensosialisasikan salah satu pasangan calon gubernur. Itu intinya,” kata Dhaby, saat memberi keterangan pers di Resto Roemah Tamu, Kamis (26/04).
Pihaknya menginventarisir, ada 30 sosialisasi Asian Games yang telah dilakukan terhitung sejak Januari sampai saat ini, dengan target yang acak. Dari profesi advokat, alumni haji dan umrah, forum RT sampai dengan LGBT.
“Menurut kami, ketika kita bandingkan dengan Jakarta tidak semasif ini. Padahal pembukaan ada di situ, lebih banyak di situ. Tapi tidak semasif di Sumsel ini sosialisasinya. Kalau ditanya apa indikasinya? Kami sudah temukan dan sudah laporkan ke Bawaslu, indikasi bahwa sudah terjadi sosialisasi terhadap salah satu pasangan calon menggunakan forum sosialisasi Asian Games. Saksi kami ini bilang, dia dengar dengan mata kepala sendiri bahwa gubernur Sumsel itu mensosialisasikan pasangan calon nomor 4,” tegasnya.
Dhaby mengaku, pihaknya telah melaporkan temuan itu kepada Bawaslu Sumsel. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bawaslu kepada dua saksi dari mereka, laporan tersebut tidak dapat ditindaklanjuti.
“Alasan Bawaslu tidak menindaklanjuti, pertama ketika kami cek yang viral di media massa, ada salah satu ormas sosial, dengan foto menerangkan 4 jari di dada. Jawaban Bawaslu ketika diklarifikasi itu adalah 4 pilar kebangsaan. Itu yang maksud saya, akal sehat kita jangan dibodohi dengan hal-hal yang begitu. Menurut saya, Bawaslu juga harus punya teknik yang spesial, yang khusus, untuk membongkar ini. Melakukan penyusupan, melakukan intervensi dan lain-lain dalam forum-forum seperti itu. Jangan sampai Pilkada ini cacat, karena pelaksananaan Asian Games. Event besar inikan jadi kebanggaan kita, Pilkada itu menjadi kewajiban untuk memilih pemimpin, relnya harus dibuat beda,” paparnya.
Untuk itu, Dhaby meminta, Bawaslu Sumsel harus lebih canggih memantau penyelenggaraan Pilkada yang berbarengan dengan penyelenggaraan Asian Games. Karena dinilai mudah disusupi agenda-agenda Asian Games, untuk membangun pencitraan pribadi yang menguntungkan pasangan lain.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menanggapi tudingan tersebut dengan santai. “Buktikan dong, ada tidak saya ngomong (sosialisasi Paslon). Tidak ada. Tidak pernah ada. Saya tuh ngerti juga, bahaya kalau ngomong,” kata Alex kepada fornews.co, usai menghadiri acara Promotion Conference of 15th CAEXPO (China ASEAN Expo) in Palembang di Hotel Arista, Jumat (27/04).
Terhadap dugaan pelanggaran sosialisasi Asian Games yang disusupi sosialisasi Paslon Gubernur, Alex mempersilahkan Tim Advokasi HDMY, jika ingin melaporkannya melalui surat terbuka kepada Wakil Presiden RI, selaku Ketua Panitia Pengarah Asian Games 2018.
“Silakan lapor, jangan ke wakil, presidennya sekalian. Ini perintah presiden sosialisasi Asian Games.Yang ikut itu (dalam sosialisasi Asian Games) ada Bawaslu, ikut mendengar, ikut mencatat, merekam,” tandasnya. (bas)

















