
PALEMBANG, fornews.co-Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Sumsel melakukan solat Zuhur berjamaah, sebelum menggelar aksi bela rakyat 121 di Gedung DPRD Sumsel, Kamis (12/01).
Aksi mahasiswa gabungan dari beberapa universitas dan perguruan tinggi di Sumsel ini menyuarakan menolak keras PP No 60 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak, yang di dalamnya berisi perubahan kenaikan biaya kendaraan bermotor, jelas memberatkan rakyat. Mahasiswa ini juga menuliskan Nawaduka Jokowi semakin membuat rakyat menderita.
“Tidak sampai disitu, melalui tiga tahap yang dimulai 1 Januari 2017, kenaikan tarif dasar listrik menjadi Rp791/KWH, kenaikan berikutnya pada 1 Maret 2017 nanti menjadi Rp1.034/KWH, inilah yang membuat rakyat kecil terus menjerit,” tegas Koordinator Aliansi Mahasiswa Sumsel Rahmad Fahrizal, Kamis (12/01).

Aliansi Mahasiswa Sumsel juga, sambungnya, menyerukan tuntutan mendesak pemerintah untuk mencabut PP No 60 Tahun 2016, membatalkann kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). “Kami juga meminta DPRD Sumsel untuk menyatakan sikap atas penolakan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat,” terangnya.
Meski aksi ini di gelar siang hari, tetap saja tidak menyurutkan gabungan massa ini bersuara. Petugas polisi dari Polresta Palembang, yang telah berjaga-jaga sejak pagi, menyambut kedatangan mahasiwa dengen membuat pagar hidup di depan halaman Gedung DPRD Sumsel. Aksi dari Aliansi Mahasiswa Sumsel ini langsung ditemui Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda, Wakil Ketua DPRD Sumsel M Yansuri dan Anggota Komisi III DPRD Sumsel Syaiful Padli. (tul)

















