PALEMBANG, fornews.co-Sekolah Sepakbola (SSB) Elang Emas (Elmas) Sriwijaya, menjadi satu-satunya SSB asal Sumsel yang meraih penghargaan The Most Popular 2017 dari International Human Hesorces Development Program (IHRDP), di Hotel Twin Plaza, Jakarta, 24 Februari 2018 lalu.
Catatan tinta emas yang ditorehkan Elmas Sriwijaya atas penghargaan untuk kategori Lembaga Pendidikan Non Formal (Sekolah Sepakbola /SSB) itu tidak mudah dan berliku. Pasalnya, pihak IHRDP harus memantau sekitar 3.900-an SSB yang tersebar di Indonesia, lewat survey yang dilakukan rentang Januari hingga Desember 2017. Setelah itu, baru didapat 60 SSB yang salah satunya adalah SSB yang bermarkas di Lapangan Universitas IBA Palembang ini.
IHRDP sendiri merupakan lembaga pemberi penghargaan, lembaga pemantau, penelitian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), lembaga non politik dan non profit (nirlaba). Oleh Pemerintah Indonesia, telah mendapat pengesahan sebagai lembaga pemberi penghargaan yang sah dan resmi di tingkat Internasional, Regional dan Nasional.
“Penghargaan itu diberikan untuk lembaga non formal, yang selama ini tidak pernah terperhatikan oleh pemerintah dan federasi. Namun, hasil atau dampak dari kegiatan infornal itu lebih banyak positifnya dari yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga formal,” ungkap Pemilik dan Manajer SSB Elmas Sriwijaya, Hanief Djohan, Selasa (13/03).

Hanief menerangkan, atas dasar itulah mereka melakukan survey dari Januari hingga Desember 2017 di seluruh Indonesia. Kemudian terpantau aktifitas SSB Elmas Sriwijaya yang berdampak sangat positif. Meskipun sistem pengelolaannya cenderung lebih banyak dengan swadana. Artinya dengan mengorbankan biaya pribadi, waktu dan sebagainya, tapi semua demi membina kemajuan anak-anak bangsa.
“Bagi kami, ini sebuah apresiasi yang tidak pernah kami duga. Tapi ini juga menjadi satu tantangan, dari apa yang sudah saya bangun lima tahun yang lalu dengan susah payah. Tantanganya harus menjadikan SSB ini lebih baik lagi dan menjaga kualitasnya,” terangnya.
Untuk pengembangan ke depan, Hanif menuturkan, pembinaan SSB ini akan dibuat lebih berjenjang hingga kelompok umur 18 tahun. Walau masih level SSB, namun pihaknya berupaya membangun layaknya sebuah akademi. “Memang keterbatasan kami masih sangat banyak, terutama dana. Dengan siswa yang mencapai 96 anak-anak ini saja, paling hanya 50-60% saja yang bisa membantu secara full,” tuturnya.
SSB Elmas Sriwijaya sendiri berdiri pada Oktober tahun 2013, dengam jumlah siswa pertama kali hanya 7 orang. Pada tahun 2014 pertama kali mengikuti even nasional yakni turnamen Chelsea Cup dengan torehan peringkat 3 nasional. Kemudian pada ajang yang sama, tahun 2014 menjadi juara di Zona Sumatra yang digelar di Lampung.
Sekarang, SSB Elmas Sriwijaya memiliki Head Coach Fauzi Toldo, untuk menakhodai siswa-siswa di U-12, U-13, U-14 dan U-15. Kemudian M Irsan pelatih pada U-11 ke bawah dan dibantu asisten pelatih Fahri. (tul)

















