PALEMBANG, fornews.co – Lagi-lagi truk kontainer terguling di jalan dalam kota Palembang. Kali ini, truk kontainer sarat muatan kelapa terguling dan menutup Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di depan pintu masuk Rumah Makan Pondok Kelapo sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (19/08).
Posisi truk kontainer yang melintang menutup seluruh badan jalan membuat arus kendaraan dari arah Simpang Angkatan 45 yang hendak menuju ke arah Simpang Polda Sumsel menjadi terhambat. Barulah sekitar pukul 10.30 WIB, truk kontainer yang menghalangi jalan berhasil disingkirkan dengan menggunakan 2 unit forklift. Perlahan arus lalu lintas yang sempat menumpuk diperbolehkan kembali melintas.
Kanit Turjawali Lantas Polresta Palembang, Iptu Herman yang ditemui di lokasi menerangkan, tergulingnya truk kontainer dengan nopol B 9535 RX, bermula ketika supir bernama Wawan bersama istri dan anaknya yang berusia 6 bulan, melaju dari arah Jembatan Musi II menuju ke arah pelabuhan Boom Baru.
Namun ketika melintasi Halte Bus Transmusi Demang, mendadak mobil yang membawa muatan kelapa seberat 25 ton tersebut mati di kondisi jalan yang cukup menanjak. Supir langsung melakukan tindakan mengerem mobil, namun karena beban yang dibawa terlalu berat, membuat rem mobil tidak kuat menahan beban dan mobil meluncur mundur.
“Truk ini terguling tadi pagi, diduga truk sempat berhenti karena mendengar ada suara kerusakan. Supir sempat turun dan mengganjal ban truk, tetapi karena tidak kuat dan akhirnya terguling melintang menutupi seluruh badan jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison yang juga berada di lokasi merasa bersyukur dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban dan kerusakan yang terjadi hanya pada bagian pembatas jalan. Menurutnya, truk dengan muatan besar dan melintas di jalan protokol tersebut tidak melanggar aturan, karena sudah sesuai dengan Perwali diperbolehkan beroperasi dari pukul 21.00 WIB hingga Pukul 06.00 WIB.
“Beruntungnya tidak ada korban dalam kejadian ini, Kontainer juga hampir menabrak tiang halte LRT. Kerugian sejauh ini belum bisa ditaksir, kita fokus ke proses evakuasi,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Sumatra Selatan, Budi menambahkan, truk kontainer tersebut diperkirakan berat isi dan mobilnya sekitar 28 ton. Meski berat, namun Budi bersyukur evakuasi berjalan cepat.
“Evakuasi cukup berjalan dengan cepat, rencananya kelapa ini akan diekspor, untuk anak dan istri Wawan sendiri sudah dibawa ke Rumah Sakit Bunda,” tuturnya. (irs)

















