PALEMBANG, fornews.co – Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono mengimbau, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi COVID-19 sebaiknya ditunda. Hal ini mengingat risiko penularan begitu tinggi dan sulit dipatuhinya protokol kesehatan.
“Perlu ditunda sampai pandemi benar-benar terkendali,” ujar Pandu dalam diskusi virtual bertema “Media dan Pilkada: Antara Peran Kritis dan Ancaman Infeksi” yang digelar AJI Indonesia, Senin (05/10).
Seperti diketahui, tahapan Pilkada 2020 telah memasuki masa kampanye hingga Desember mendatang. Pandu menilai, Indonesia masih bersikeras untuk mengadakan Pilkada di saat darurat bencana non alam ini merupakan suatu hal yang luar biasa. Padahal banyak pertimbangan untuk tidak diteruskan.
“Mungkin (masukan ini) didengar tapi tidak jadi bahan pertimbangan serius,” kata dia.
Menurutnya, suatu kesalahan paradigma ketika ada yang menyebut pandemi belum berakhir. Istilah yang tepat adalah pandemi ini belum terkendalikan. Karena itu, ketika membandingkan dengan pemilihan umum di negara lain terpantau berjalan baik, kondisi itu karena pandeminya terkendali. Sementara pandemi di Indonesia belum terkendali, kurvanya terus naik.
“Masih tidak seimbang karena pemerintah lebih mengutamakan ekonomi. Bahkan bisa dipastikan pada bulan Desember nanti juga belum terkendali,” tutur Pandu.
Hal senada disampaikan Peneliti Perludem, Nurul Amalia Salabi. Menurutnya, baru memasuki tahapan kampanye saja sudah ada korban. Pihaknya mencatat, sudah ada enam paslon yang meninggal dunia karena COVID-19 yang terdiri dari calon kepala daerah ataupun calon wakil.
“Mereka pun digantikan oleh kerabat atau anggota keluarga terdekatnya,” sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar mengatakan, bagi Paslon yang melanggar aturan kampanye akan diberikan surat peringatan. Tapi terkait pelanggaran protokol kesehatan, hanya akan diberikan imbauan atau surat peringatan.
“UU Pemilu tidak ada sanksi pidana terkait protokol kesehatan, karena UU dibuat tidak saat pandemi,” jelasnya. (ads/yas)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

















