
KAYUAGUNG- Pelaksanaan kegiatan pelbagai lomba yang dipelopori Kantor Pemberdayaan Perempuan OKI yang sepi peminat mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif. Sekretaris Komisi IV DPRD OKI, H Solahuddin Djakfar berharap Bupati OKI H Iskandar, SE segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan OKI yang dinilai tidak maksimal.
“Tentu kami sangat menyayangkan terkait adanya kegiatan yang diduga hanya untuk menghabiskan anggaran saja,” ujar Solahuddin, Sabtu (3/12).
Menurut dia, pelaksanaan kegiatan itu terkesan dipaksakan dan dimungkinkan agar alokasi dana di kantor tersebut dapat terserap sehingga Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) tidak terlalu banyak. Selain itu, untuk menghindari rapor merah dari DPRD, karena dianggap programnya berjalan secara maksimal.
“Kita berharap Bupati OKI bisa peka terhadap hal yang semacam ini dan harus segera melakukan evaluasi terhadap kinerja bawahannya yang seperti ini. Seharusnya kepala dinas, badan, kantor itu mendukung program bupati,”ucapnya.
Selaku mitra kerja dari kantor pemberdayaan perempuan, pihaknya menilai selama ini memang tidak ada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kantor tersebut yang tidak menyentuh masyarakat khususnya untuk anak-anak.
“Memang kegiatan dikantor tersebut selama ini seolah-olah hanya menghabiskan anggaran saja dan tidak ada yang bersentuhan langsung, outputnya juga tidak jelas,”ucapnya.
Dia menginggatkan bahwa ini baru satu kegiatan yang mendapatkan sorotan dan masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang memang dinilai hanya menghambur-hamburkan uang. “Kenapa bisa sampai minim peserta. Artinya tidak ada pemberitahuan dan kurangnya sosialisasi dari mereka,”ungkapnya.
Dia menganggap kepala perangkat Bupati ini tidak mengerti dalam menterjemahkan keinginan Bupati tentang membangun OKI dari desa itu bukan hanya pembangunan fisik. “Intinya kita sangat menyayangkan kegiatan tersebut, dan Bupati diminta untuk segera mengevaluasi perangkat yang seperti ini dan segera dibenahi jangan sampai dibiarkan karena dapat merusak program Bupati,”kata Endeh, sapaan akrabnya.
Setali tiga uang, Ketua Komisi III DPRD OKI H Abdiyanto Fikri sangat menyayangkan kegiatan tersebut, ditambah lagi kondisi saat ini sedang defisit anggaran. Seharusnya kegiatan yang dilaksanakan itu dapat dirasakan masyarakat manfaatnya. “Kalau memang kegiatan tersebut tidak bisa dilaksanakan ya jangan dipaksakan. Intinya jangan hambur-hamburkan uang rakyat untuk kegiatan yang tidak bermanfaat,”tegasnya.(fian)
















