SEKAYU, fornews.co – Puluhan masyarakat, pegawai kecamatan serta anggota Polsek Sungai Keruh turun langsung ke Sungai Tepakan yang membelah Desa Tebing Bulang, Jumat (10/01). Mereka mengangkat sampah maupun rumput yang menghambat aliran air sungai sebagai upaya mengantisipasi bencana banjir di wilayahnya.
Camat Sungai Keruh M Imron mengatakan, kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan merupakan insiatif bersama Pemerintah Kecamatan Sungai Keruh, Polsek Sungai Keruh, Pemerintah Desa Tebung Bulang, Korwil DLH Kecamatan Sungai Keruh, dan UPTD Puskemas Tebing Bulang.
“Gotong-royong yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 360/131/SJ terkait kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana banjir. Selain itu beberapa waktu yang lalu juga dilakukan rapat staf Pemkab Muba mengenai kesiapan menghadapi bencana,” ujar Imron.
Menurut Imron, pembersihan aliran Sungai Tepakan dilakukan agar jika terjadi banjir, air tidak terlalu naik ke badan jalan. Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, jika hujan deras turun maka air sungai akan meluap ke badan jalan. Namun beberapa tahun ini kondisi tersebut tidak terjadi lagi setelah dilakukan normalisasi sungai.
“Kecamatan Sungai Keruh ini berbentuk letter U. Artinya dikelilingi sungai, apalagi Desa Tebing Bulang seperti dulang air yang artinya air yang terus mengulang. Setelah dilakukan pembersihan ini diharapkan air tidak menyeberang ke jalan Provinsi,” katanya.
“Di Sungai Keruh sendiri ada tiga desa yang rawan banjir yaitu Desa Sungai Dua, Desa Tebing Bulang, dan Desa Kerta Jaya,” imbuh Imron.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Keruh Iptu Darmawan mengatakan, pihaknya turut langsung membantu kegiatan gotong royong bersama personel Polsek Sungai Keruh. Selain itu, kegiatan yang dilakukan pihaknya menindaklanjuti instruksi Kapolres Muba terkait potensi bencana banjir.
“Sesuai instruksi Pak Kapolres Muba terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor serta yang lainnya maka kita menerjunkan seluruh personel Mapolsek Sungai Keruh. Seluruh personel juga diminta terus memonitor debit air apabila diketahui meningkat dapat kita antisipasi dan bekerjasama dengan instansi terkait,” tukasnya. (ije)
















