
PALEMBANG-Forum Pecinta Alam (Forpa) Besemah memanggil semua organisasi pecinta alam di Sumsel untuk turut bergabung dalam kegiatan Jambore Pencinta Alam se-Sumsel, yang bakal di gelar pada 25-27 November 2016 mendatang.
Ketua Pelaksana Jambore Pencinta Alam se-Sumsel Wawan Alamsyah SH menjelaskan, kegiatan ini didasari pada pentingnya peran kawan-kawan yang tergabung dalam organisasi Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam); KPA (Kelompok Pencinta Alam); Sispala (Siswa Pecinta Alam); serta pegiat dan yang hobi terhadap kecintaan terhadap alam, untuk lebih menjaga dan melestarikan alam. “Karena alam membutuhkan generasi-generasi yang berawawasan lingkungan berbasis konservasi dan memiliki keterampilan, serta pengetahun di lapangan, hingga tidak hanya sebatas wacana, melainkan melakukan aksi nyata,” jelasnya.
Kemudian, ungkap Wawan, alam juga membutuhkan orang-orang yang mau dan mampu untuk menyelesaikan masalah tentang perambahan dan kebakaran hutan, penebangan liar, dan sampah di gunung yang dapat menyebabkan kerusakan ekosistem. Dari semua hal inilah, pihaknya menghasilkan rumusan untuk mencoba memecahkan semua masalah tersebut. “Selain Jambore Pecinta Alam se-Sumsel, ini juga berbarengan dengan diesnatalis ke-1 Forpa Besemah 2016 dan menyambut gelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang,” ungkapnya.
Untuk bentuk kegiatannya, Wawan memaparkan, ada beberapa yang akan dikuti peserta, mulai dari perkemahan; penghijauan; seminar lingkunan hidup dan budaya; menyusun rencana strategis Gunung Dempo; lomba cipta puisi; lomba orienteering; bakti sosial; fun games; bazaar kerakyatan; dan malam hiburan. “Untuk pesertanya ya dari organisasi pecinta alam yang berada di Sumsel, baik dari Mapala, KPA, Sispala, dan bisa juga kawan-kawan dari pegiat pecinta dan peduli alam. Bisa juga kawan-kawan yang punya hobi yang konsen dengan pendakian gunung. Maksimal kita undang 100 peserta(kelompok), yang tiap kelompok paling banyak 10 orang,” sembari mengatakan untuk waktu pendaftaran dimulai tanggal 2-22 November 2016.
Sementara, Sekretaris Jenderal Forpa Besemah Arindi SE menuturkan, khusus untuk seminar, pihaknya akan menghadirkan narasumber dari staff khusus Menteri Pariwisata RI, Taufik Rahzen, yang juga pemilik Newseum dan pendiri Blora Institut. “Seminar ini bukan saja berbicara tentang kecintaan alam. Tapi bagaimana pengaruh budaya dan kearifan lokal terhadap ekosistem Gunung Dempo dan sekitarnya. Selain itu, ada banyak keuntungan lain yang didapat peserta dari kegiatan ini,” tandasnya. (tul)
















