PALEMBANG, fornews.co – Forum Wartawan Sumatera Selatan (Sumsel), terdiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Sumsel, menggas untuk terbentuknya Serikat Pekerja Lintas Media di daerah ini.
Ketua AJI Palembang, Ibrahim Arsyad menyampaikan, bangunan serikat pekerja media menjadi hal keharusan bagi industri media khususnya di Sumsel. Menurut dia, banyak persoalan yang dihadapi para pekerja media terutama soal kesejahteraan. “Hal ini (kesejahteraan jurnalis) bisa diperjuangkan kalau kita berserikat. Karena kalau individu, sangat sulit bahkan tidak mungkin jika harus berhadap dengan pimpinan perusahaan,” ujarnya pada diskusi yang di AJI Palembang, bertemakan Tolak PHK Sepihak di Taman Kambang Iwak Palembang, Minggu (13/08).
Ia menjelaskan, melihat dari beberapa kasus yang menimpa pekerja media khususnya di Palembang, manajemen media seenaknya memperlakukan bagi wartawannya. Sistem kontrak yang tidak jelas, kemudian upah dan hak karyawan terkait jaminan kesehatan dan jamsostek tidak dipenuhi. Selain itu, perusahaan juga dalam membuat kebijakan tidak pernah melibatkan karyawannya.
“Tapi dengan adanya serikat pekerja, hal ini bisa menjadi tonggak untuk meemperjuangkan persoalan-persoalan dalam ketenagakerjaan. Contoh konkrit PHK sepihak yang dilakukan Koran Sindo, mereka tidak berdaya ketika secara individu dihadapkan dengan manajemen atau petinggi perusahaan. Makanya kami (AJI Palembang), mengisiasi terbentuknya serikat pekerja lintas media,” ucapnya.
Sementara, Ketua PWI Sumsel, H Oktaf Riadi dalam rangka kesejahteraan jurnalis atau wartawan di 2010 lahir Piagam Palembang, yang menekankan pada peningkatan profesionalisme wartawan dan perusahaan media. Namun, semua itu belum terlihat implementasinya. “Untuk itu, pentingnya kita bersinergi dalam mewujudkan serta memberikan pemahaman dan kesadaran kepada wartawan dan industri media,” katanya.
Sambung Oktaf, serikat pekerja media bisa mengontrol setiap kebijakan perusahaan media, yang memperlakukan karyawannya tidak seauai aturan. “Bahkan tidak sedikit perusahaan media mempekerjakan wartawan tanpa digaji, hanya mengandalkan fie iklan yang didapat oleh si wartawan,” terangnya.
Ketua PFI Sumsel, Berto juga mengatakan, kalau dirinya juga sangat sepakat dibentuknya serikat pekerja media. “Gagasan ini tentunya kami juga sangat antuasis mendukung. Saya pikir apa yang menimpa teman-teman Koran Sindo Palembang, menjadi pelajaran berharga bagi kita akan pentingnya berserikat,” tukasnya.
Dalam kesempatan ini, untuk membentuk Serikat Pekerja Lintas Media, pada forum diskusi sudah disepakati Presidium yang beranggotakan masing-masing organisasi profesi jurnalis AJI Palembang, PWI Sumsel, IJTI Sumsel, dan PFI Sumsel. (bay)

















