PALEMBANG -Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan mengevaluasi sistem pembinaan atlet, setelah gagal memenuhi target 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat.
Pada turnamen multi even empat tahunan itu, kontingen Sumsel terdampar di posisi 21 klasemen akhir, setelah hanya mampu memperoleh 31 medali dengan rincian 6 emas, 11 perak dan 14 perunggu.
Padahal sebelumnya Sumsel bertekad ingin memperbaiki prestasi, dengan mematok target 10 besar, setelah pada PON XVIII 2012 di Riau berada di peringkat 13. Saat itu dengan perolehan 10 medali emas, 14 medali perak dan 29 medali perunggu.
Sebelumnya pada PON XVII/2008 di Kaltim posisi Sumsel berada pada peringkat 14 dengan perolehan 12 medali emas, 11 medali perak dan 17 medali perunggu.
Ketua Harian KONI Sumsel Nasrun Umar mengatakan, pihaknya akan menyikapi kegagalan prestasi di ajang PON XIX Jabar dengan memperbaiki pola pembinaan atlet di Sumsel.
“Dalam olahraga harus ada target setinggi mungkin, karena provinsi lain juga pasti menginginkan target yang sama. Atlet Sumsel sudah berusaha semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik. Hasil di PON Jabar ini akan menjadi evaluasi KONI bersama stake hoder yang lain,”kata Nasrun.
Dilanjutkannya berdasarkan riset dilapangan, ada beberapa cabor yang memang meleset dari target dan dikarenakan sejumlah faktor.
“Sebagai contoh di atletik, ada atlet yang kita prediksi mampu meraih medali emas ternyata gagal. Tetapi ada atlet yang diluar dugaan malah bisa menyumbangkan medali emas. Olahraga memang dinamis,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini.
Terkait evaluasi dan peningkatan prestasi kedepannya, Nasrun menggarisbawahi pentingnya pembinaan atlet muda dan berbakat sejak dini. Dirinya pun menepis anggapan bahwa kegagalan kontingen Sumsel dikarenakan kurangnya waktu persiapan (TC) cabor.
“Pelatda kita berlangsung 7 bulan, beberapa cabor malah lebih lama. Jadi kalau soal itu rasanya tidak bisa dijadikan alasan, begitu juga kebutuhan atlet sudah terpenuhi. Dengan segala keterbatasannya, sekarang tinggal mungkin pola pembinaan atlet yang harus diperbaiki,”pungkasnya.
Untuk diketahui, prestasi terbaik atlet Sumsel terjadi pada PON XVI 2004 saat menjadi tuan rumah. Saat itu posisi Sumsel berada di peringkat 5 besar dengan perolehan 30 medali emas, 41 medali perak dan 40 medali perunggu. (Har)
















