
PALEMBANG-Tidak banyak masyarakat yang hidup di era milenium ini, mengingat sejarah bangsa yang terjadi pada 51 tahun lalu atau 30 September 1965, yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Karena peristiwa itu menyangkut aksi yang ingin menghancurkan Ideologi Pancasila, maka diharapkan masyarakat Sumsel jangan pernah melupakan cerita G30S/PKI. Menutur Anggota komite III DPD RI, Abdul Aziz, masyarakat Sumsel jangan pernah melupakan sejarah bangsa, yang nyaris hampir menghancurkan ideologi Pancasila lewat gerakan G30S/PKI. Terlebih, saat ini peringatan itu harus lebih teraplikasi dalam nilai-nilai etika yang luhur dalam kehidupan keseharian masyarakat. “Ini yang harus kita terapkan dan aplikasikan dalam kehidupan keseharian. Hingga aplikasi ideologi Pancasila bisa memberikan nilai yang luhur dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Aziz menjelaskan, peringatan kesaktian Pancasila bukan hanya menjadi seremonial, dan sekedar mengenang jasa Pahlawan Revolusi. Tapi harus menjadi buah ketahanan ideologi Pancasila yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. “Ideologi pancasila ini memang sudah tahan uji. Peringatan kesaktian pancasila itu momentum untuk memperkuat bahwa Pancasila merupakan ideologi dasar bangsa, yang menjadi nafas bangsa hingga mewarnai kehidupan masyarakat,”jelas dia.
Aziz melanjutkan, pelanggaran dan penyimpangan ideologi, harus direspon. Bentuk ketahanan ideologi saat ini, harus dilakukan dengan memberikan pencerahan dan pemahaman ideologi kepada masyarakat. Lemahnya ketahanan ideologi itu bisa terlihat dari maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme yang seperti mengakar diseluruh lini kehidupan. “Misalnya korupsi, penyalah gunaan kekuasaan, bentuk penindasan dan tindakan yang melanggar etika dan hukum,” tegasnya.
Sementara, PW Pemuda Muhammadiyah Sumsel, Zulfikar menyatakan, kondisi bangsa saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, praktisi politik, ekonom, dan para pemuda. Karena, berbagai momen peringatan bangsa kini telah berbeda esensi dengan yang seharusnya di pahami masyarakat. “PW Pemuda Muhammadiyah mengajak para pemuda dan tokoh masyarakat untuk tetap memperingati berbagai momen perjuangan bangsa, seperti peringatan hari kesaktian pancasila yang akan berlangsung 1 Oktober akan datang,” tandasnya.(tul)

















