
BATURAJA-Politik uang tidak hanya terjadi pada pilkada. Tapi pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pun praktik ini tak bisa terelakkan. Seperti yang terjadi di Desa Saung Naga, salah satu timses calon kades, WGN, tertangkap tangan membagikan sejumlah uang kepada warga, dengan tujuan memilih calon dukungannya tepat di malam jelang pencoblosan.
Kejadian ini mendadak heboh dan menjadi perhatian warga, saat salah satu timses dari nomor urut 2 diseret warga ke rumah Kepala Desa Minggu (09/10) tengah malam. “Awalnya kami dapat informasi dari warga, bahwa ada oknum timses membagikan uang agar memilih salah satu calon kades, setelah di telusuri bahwa yang bersangkutan diminta membagikan uang sebesar Rp100.000 per mata pilih, kemudian kami bawa kerumah Kades,” ujar Emroni, salah satu timses cakades saat di bincangi di posko pemenangan nomor urut 1.
Setelah diinterogasi panitia di rumah Kades Saung Naga, WGN mengaku, kalau disuruh cakades dari nomor urut 2, membagikan uang kepada karyawan perusahaan perkebunan karet tersebut. “Jumlah uang yang di bagikan sebanyak Rp2,3 juta, namun karena ada 6 orang yang tidak mau menerima sisanya sebesar Rp600.000 di kebalikan,” katanya.
“Nama yang sudah menerima, WGN berseta istri dan anaknya, NGD, SRT dan istri, RJL dan istri, RUM, DH, SLT, UJ, SRM dan istri, SHR dan istri juga anaknya, semuanya 17 orang,” sebutnya.
Panitia Pilkades Saung Naga yang di dampingi kades, Ketua BPD dan 3 orang anggota Polsek Peninjauan, setelah memintai keterangan WGN, langsung membuat berita acara dan akan melaporkan kejadian tersebut ke Panitia Kabupaten. “Suratnya sudah kita buat, besok kita laporkan hasil temuan ini. Secara lisan sudah disampaikan ke Panitia Kabupaten,” kata Hendri, Ketua Panitia Pilkades Saung Naga. (ibr)
















