PALEMBANG, fornews.co – Gelombang eksodus pemain Sriwijaya FC belum berhenti. Satu per satu pemain yang menjadi andalan musim lalu pergi meninggalkan Laskar Wong Kito.
Setelah Zulfiandi dan Marckho Sandy Meraudje resmi diperkenalkan manajemen Madura United dan Esteban Vizcarra merapat ke Maung Bandung, kini satu lagi pemain pilar yang berpamitan. Dia adalah sosok pemain tangguh di bawah mistar gawang, Teja Paku Alam.
Sempat dihubung-hubungkan dengan beberapa tim besar Liga 1, namun Teja belum mau memberitahukan klub yang akan dibelanya musim 2019. Namun melihat berbagai pertimbangan terutama keluarga, tampaknya Teja akan bergabung dengan tim tanah kelahirannya Semen Padang FC yang juga sangat menginginkannya.
“Saya sudah berpamitan secara baik-baik dengan manajemen SFC, baik dr PT SOM maupun manajer. Surat keluar juga sudah saya terima, keputusan saya untuk pindah juga dikarenakan faktor keluarga,” ujar Teja melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (12/01).
Selain itu seolah ingin menegaskan kepergiannya, Teja juga memosting pamitannya di akun instagramnya. Disitu Teja mengaku sebenarnya berat meninggalkan Sriwijaya FC. Namun karena berbagai pertimbangan khususnya keluarga, membuatnya harus mengambil keputusan ini.
“Bagian terberat dari sebuah perjalanan adalah perpisahan.
Setelah 6 tahun, izinkan saya mengucapkan salam perpisahan & ucapan terima kasih untuk semua keluarga besar SFC, rekan setim, jajaran manajemen, seluruh suporter, rekan media dan masyarakat Sumsel yang sudah menerima dengan hangat saya selama ini.
Selama 6 tahun belakangan, saya percaya bahwa ‘rumah’ itu bukan hanya tempat kamu dilahirkan atau dibesarkan, namun juga tempat kamu belajar, mendapat keluarga baru dan menjalani hidup.
Bermain untuk SFC U21, PON Sumsel & SFC senior adalah sebuah kebanggaan buat saya. Tidak hanya mendapat kesempatan awal meniti karier di dunia sepakbola, namun juga mengasah mental serta menjadi pribadi yang lebih baik. Sebuah proses yang dilalui dengan perjuangan, ada luka, tawa, bahagia dan semua itu yang memberatkan ketika harus berpisah.
Saya percaya akan tetap kembali ke Palembang, entah itu sekedar bersilaturahmi atau mengenang kembali cerita indah yang sudah mengakar dalam perjalanan indah hidup ini.
Kalau kecek urang minang “Tibo nampak muko,Pai nampak pungguang”. artinyo datang baik-baik,pulang pun baik-baik.
Sekali lagi TERIMA KASIH.” (ije)

















