PALEMBANG, Fornews.co-Dinamika dan perbedaan pandangan antar pendukung bakal calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Ogan Ilir, yang muncul di grup akun facebook ‘Ogan Ilir Memilih Pemimpin’ terus mendapat sorotan.
Pasalnya, akun yang seharusnya dibuat untuk adu program, visi dan misi dari masing-masing pendukung, justru menjelma berisi kontens-kontens yang tak layak di konsumsi publik.
Hingga aktivitas grup pada akun facebook ‘Ogan Ilir Memilih Pemimpin’ ini menyita perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel.
Menurut Anggota KPU Sumsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, Amrah Muslimin, memang akun facebook ‘Ogan Ilir Memilih Pemimpin’ ini harus menjadi perhatian dan aparat kepolisian bisa menindak itu.
“Karena memang kontens isi-isinya yang dikhawatirkan. Justru grup Ogan Ilir Memilih Pemimpin itu bisa jadi embrio perpecahan dalam masyarakat Ogan Ilir sendiri,” kata dia kepada fornews.co.
Amrah mengungkapkan, hal tersebut karena isinya-isinya sudah tidak lagi sesuai dengan namanya Ogan Ilir Memilih Pemimpin. Seharusnya isinya kalau pun ada tim sukses, ya sampaikan visi dan misi. Sampaikan data-data yang akurat soal itu dan mengajak masyarakat.
“Bukan malah menyebar fitnah, mengeluarkan kata-kata yang kotor dan tidak pantas. Saya kira itu dalam kategori pelanggaran ITE sudah masuk, apalagi keberadaan akun palsu yang rata-rata yang tidak benar,” ungkap dia.
Amrah yang juga mantan Ketua KPU Ogan Ilir itu menjelaskan, bahwa hal itu sudah terjadi sejak lama. Padahal, sekarang ini terlebih dalam suasana Corona Virus Diesease 2019 (COVID-19) ini strategi dan sosialisasi kampanye itu banyak di media sosial.
“Dalam waktu dekat kita akan mempertimbangkan membuat laporan itu. Ini kalau tidak segera ditindak tegas, maka akan jadi embrio. Kalau dibiarkan justru nanti seakan-akan boleh. Misalnya saling menghujat satu sama lain diperbolehkan, padahal itu salah. Ini harus kita berikan pendidikan kepada masyarakat,” tegas dia.
Saat berdiskusi dengan Kapolda Sumsel, terang Amrah, pihaknya sudah menyampaikan untuk daerah Ogan Ilir tolong diperhatikan, salah satunya kontens media sosial Ogan Ilir Memilih Pemimpin yang menurut KPU mengkhawatirkan.
Memang, sambung dia, Pilkada Ogan Ilir dinilai paling seksi dibanding enam kabupaten yang menggelar pilkada serentak di Sumsel, karena memang secara politik sejarahnya tak bisa dipungkiri.
“Karena yang bakal bertanding ini adalah mantan pasangan. Jadi memang tingkat persaingannya ketat. Namun saya yakin dan percaya, masyarakat Ogan Ilir sudah cerdas dan tidak akan terpengaruh,”terang dia.
Terpisah, saat dikonfirmasi terkait aktivitas pada akun facebook Ogan Ilir Memilih Pemimpin tersebut, Ketua Bawaslu Sumsel, Iin Irianto menyatakan, bahwa saat ini belum masa penetapan calon.
“Saat ini belum masuk ranah pelanggaran pemilihan,” katanya singkat. (aha)
















