YOGYAKARTA, fornews.co—Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas dan guguran lava pada Selasa (16/2/2021).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat luncuran awan panas sejauh 1,5 kilometer ke arah Barat Daya.
BPPTKG melaporkan, guguran lava pijar terjadi sebanyak 12 kali pada periode pengamatan pukul 00:00 hingga 06:00 WIB.
Berdasarkan catatan seismisitas BPPTKG, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengalami 38 kali gempa dengan amplitudo 3-24 mm selama 12.08—96.08 detik dan satu kali gempa fase dengan amplitudo 3 mm selama 9 detik.
Baca: Sebanyak 137 Pengungsi Merapi Diperbolehkan Pulang ke Rumah
“Terjadi 12 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, Selasa.
BPPTKG menyebut, saat ini Gunung Merapi masih berpotensi bahaya sehingga masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga).
Baca: Video Viral Letusan Dahsyat Gunung Merapi 2010 Diunggah Sang Pemilik di Youtube
Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan mengarah ke Selatan-Barat Daya meliputi sungai Putih, Krasak, Boyong, Bebeng, dan Bedog.
Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak.
Tempat wisata di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi sementara ditutup dan dilarang melakukan kegiatan, termasuk penambangan. (adam)

















