PALEMBANG, fornews.co – Nahas dialami pasangan suami istri pemilik toko emas Sinar Emas, Djulijono (71) dan Evi Julianti (65), Rabu (03/04). Saat hendak berangkat ke tokonya sekitar pukul 09.30 WIB, pasutri ini dihentikan empat orang yang langsung menarik tas berisikan emas dagangan mereka.
Karena memberikan perlawanan dan terjadi tarik menarik, perampok menebaskan senjata tajam jenis pisau dan parang ke tangan korban. Dalam posisi terluka bacok, korban akhirnya merelakan tas berisi emas seberat 2,5 kilogram dibawa perampok.
Saksi mata di TKP, Yani menerangkan, saat itu bentor yang membawa korban tengah melintas di Jalan Semeru, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I hendak menuju Jalan Sayangan. Tiba-tiba empat pelaku menggunakan dua sepeda motor dan membawa senjata tajam jenis pisau dan parang menghadang dan langsung menarik tas yang dibawa korban.
“Setelah tas korban diambil, pelaku langsung lari ke arah Jalan Kolonel Atmo, sedangkan korban terkapar dengan luka bacok,” katanya.
Warga yang berkerumun di TKP langsung melarikan kedua korban ke RS RK Charitas Palembang untuk mendapatkan perawatan.
Menantu korban, Ferry Kaslim (34), mengatakan, akibat kejadian tersebut mertuanya kehilangan 2,5 kilogram emas senilai Rp1,6 miliar. Menurutnya, emas tersebut terdiri dari 1 kilogram yang dipecah menjadi sepuluh batang masing-masing 100 gram yang ditaksir bernilai sekitar Rp600 juta. Selain itu ada emas berbentuk liontin, perhiasan kalung emas dan lainnya hingga total seberat 2,5 kilogram.
“Orang tua saya memang selalu menggunakan bentor kalau ingin ke toko,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur I Kompol Edi Rahmat Mulyana menerangkan, korban diduga sempat mempertahankan tas miliknya, namun korban kalah kuat dan dibacok pelaku. Mendapat laporan peristiwa tersebut, anggota Reskrim Polsek Ilir Timur I mendatangi TKP untuk memeriksa saksi-saksi serta mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mendapat petunjuk awal mengenai pelaku.
“Saat ini penyelidikan sudah kita lakukan. Tim juga sudah turun ke lokasi kejadian untuk memeriksa temuan baru. Untuk para pelaku terus kita identifikasi,” tegasnya. (ije)

















