
PALEMBANG, fornews.co -Tim Jepang menyapu bersih medali pada tiga nomor di hari pertama Asian Triathlon Championship (ASTC) 2017, yang digelar di kompleks Jakabaring Sport City, Jumat (21/07).
Sebanyak 69 peserta dari 25 negara yang mengikuti test even Asian Games ini, atlet-atlet asal Negeri Sakura itu menominasi nomor Junior U-23, Junior Women dan Elite Women. Seperti pada nomor Elite Women, waktu tercepat dibukukan 02.06.31 menit atas nama Yuko Takahashi. Kemudian disusul kompatriotnya diurutan kedua Aoi Kuramoto dengan catatan waktu 02.07.21 dan urutan ketiga Sena Takahashi dengan catatan waktu 02.07.50.
Pada kategori U-23, Jepang juga menempatkan tiga atletnya di podium kehormatan. Hiraku Fukuoka mencatar waktu tercepat 02.08.36, diurutan kedua Nina Kishimoro dengan catatan waktu 02.12.27 dan urutan ketiga Sumiro Ohara dengan catatan waktu 02.13.06. Torehan wanita-wanita muda Jepang ini juga terlihat paling menonjol dikelas Junior Women. Fuka Sega menempatkan diri di podium utama dengan catatan waktu 01.05.43, urutan kedua Chisaki Matsui dengan waktu 01.06.03 dan urutan ketiga dengan catatan waktu 01.06.09 diraih Sarika Nakayama.
Lomba ini yang dibuka langsung Presiden International Triathlon Union Mrs Marisol Casado dan Presiden ASTC Mr Justin Sukwon Park, serta didampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu, dimulai dengan renang sepanjang 1,5 kilometer di venue dayung disambung dengan bersepeda menempuh jarak 40,7 kilometer (6 lap) dan lari menempuh jarak 10,3 kilometer (4 lap). “Selamat menikmati trek lintasan lomba Triathlon. Karena, lokasi ini merupakan kompleks olahraga yang indah dan lengkap,” ujar Gubernur Sumsel, sebelum opening ceremony, Jumat (21/07).
Sementara, Presiden International Triathlon Union (ITU), Marisol Casado mengungkapkan, gelaran Triathlon tingkat Asia yang digelar di Palembang ini berjalan sukses. Pihaknya berharap dengan menjadinya Palembang sebagai tuan rumah, kedepannya bisa menggelar kejuaraan dunia.
Presiden Triathlon Indonesia, Mark Sungkar menjelaskan, lomba antar bangsa se-Asia ini merupakan gelaran yang paling akbar selama 10 tahun terakhir. Hal itu tidak terlepas dari peran Gubernur Alex Noerdin yang menyanggupi perhelatan akbar dilaksanakan di Palembang. “Palembang sebagai tuan rumah setelah kita mengalahkan Jepang. Tawaran untuk menjadi tuan rumah langsung diambil oleh Sumsel karena memiliki arena berstandar internasional,” jelasnya.
Dia menerangkan, peserta yang berpartisipasi diantaranya negara Indonesia, Jordania, Uzbekistan, Hongkong, Malaysia, China Taipei, Singapura, Bangladesh, India, Jepang, Korea Selatan, Philipina. Kemudiaan Kazastan, Maccau, Iran, Palestina, Bahrain, Thailand, China, Srilanka, Afganistan, Syria dan Mongolia.
Khusus untuk 12 negara yang hanya akan mengirimkan delegasi sebagai peninjau, yaitu Kamboja, Irak, Kuwait, Kyrgistan, Lebanon, Maldiv, Nepal, Myanmar, Oman, Qatar, Vietnam dan Pakistan. “Diharapkan pada tahun 2019 di Palembang akan kembali menggelar lomba tingkat dunia dan World Championship, di tahun 2020” tandasnya. (bay)
















