PALEMBANG, fornews.co-Laju kendaraan roda dua dan roda empat di kawasan Jalan Kolonel H Burlian dan Jalan Soekarno-Hatta, Senin (16/07) pagi ini, begitu banyak yang berkecepatan tinggi. Tidak sedikit juga, sejumlah motor yang berani menyalip-nyalip mobil yang ada di depannya agar cepat sampai di tujuan. Padahal, pengendara motor itu membonceng anak-anak.
Imbauan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kepada orang tua di wilayahnya agar mengantar anak masuk sekolah di hari pertama, memang tidak berlaku di Sumsel khususnya Palembang. Karena, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin tidak mengeluarkan imbauan serupa. Namun hari ini, seolah tanpa diberi komando siapapun, para orang tua di Palembang tetap memilih untuk mengantar sendiri buah hatinya menuju tempat mereka menuntut ilmu.
Sama seperti hari-hari kerja sebelumnya, mulai pukul 06.00-06.30WIB arus lalu lintas jalan raya di Kota Palembang, tampak padat dan merayap. Tapi pagi ini, ada pemandangan lain dari aktivitas dari disetiap ruas jalan utama tersebut. Baik mobil maupun motor terlihat berpacu saling mendahului agar finish di lokasi sebelum atau tepat pada pukul 06.30WIB.
Itu karena pihak sekolah rata-rata menetapkan aturan waktu masuk sekolah tepat pukul 06.30WIB. Jika lewat dari waktu tersebut, maka pagar sekolah akan ditutup. Mengingat aturan itulah, maka seluruh orang tua enggan anaknya sampai telat saat masuk sekolah di hari pertama. Jadi, bisa dibayangkan tingginya volume kendaraan roda empat dan roda dua melaju melawat padatnya penggguna jalan, terlebih mereka saling mendahului untuk tiba di gerbang sekolah sebelum pukul 06.30 WIB teng.

Tidak sedikit juga, pengendara roda dua yang memotong jalur yang berlawanan, hingga melupakan faktor keselamatan. Padahal, mereka membawa buah hati yang ingin menimba ilmu di sekolah yang baru.
Seperti di Jalan Inspektur Marzuki, ketika waktu menunjukkan pukul 06.20WIB, arus lalu lintas di kawasan itu sangat padat. Karena di lokasi tersebut ada MTs Negeri 2 Model Palembang, MAN 3 Model Palembang yang berdekatan. Jadi bisa dibayangkan, arus lalu lintas dari dua arah yang berbeda, dengan waktu yang bersamaan ingin menuju pada satu titik.
“Saya sengaja keluar dari rumah sekitar jam 06.00WIB tepat. Karena saya tahu, sekarang sejumlah jalan di Palembang sudah macet. Lihat saja sendiri, bagaimana kalau kita keluar diatas jam 6, siap-siap saja kena macet,” ujar Ridwan,45, saat dibincangi usi tiba di MTs 2 model Palembang, di Jalan Inspektur Marzuki, Senin (16/07) pagi.
Ridwan menuturkan, setelah tahun ajaran baru mulai masuk lagi, dirinya mempunyai tugas tambahan. Sebelum berangkat kerja, karyawan swasta ini harus mengantar dua putranya ke sekolah terlebih dulu. “Saya rasa setiap orang tua kalau terbiasa mengantar anak sekolah, sudah tahu jalan-jalan mana yang dipilih agar sampe sekolah tidak telat. Tapi, kondisi itu tidak bisa lagi dilakukan saat ini. Karena jalan alternatif pun lebih macet, lantaran banyak orang yang memilih jalur tersebut,” tutur warga Perumnas Talang Kelapa tersebut.
Hal senada juga diungkapkan Haris,40, warga Demang Lebar Daun. Ketika para orang tua yang ingin cepat mengantar anak-anaknya ke sekolah agar tidak terlambat, kadang ada saja yang memaksakan diri menggunakan jalan hingga membuat pengguna jalan lain jadi terhambat. “Ya kan kita semua inginnya cepat dan tidak telat. Tapi ada baiknya kita sebagai orang tua sama-sama bijak dalam menggunakan jalan. Kalau terjadi apa-apa sebelum tiba di sekolah, kan yang rugi anak kita juga,” ungkapnya.
Sebagai orang tua, sambungnya, tetaplah untuk memprioritaskan keselamatan diri dalam berkendaraan saat berada di jalan raya. Jangan ingin cepat tiba di sekolah si anak dan berusaha tidak telat, namun mengabaikan hal-hal yang justru bisa merugikan diri sendiri. “Saya tidak bisa membayangkan, jika melihat ada tabrakan saat arus lalu lintas lagi padat-padatnya pagi hari ini. Apalagi, ada anak-anak yang ingin sekolah, semoga saja tidak terjadi,” harapnya. (tul)

















