PALEMBANG, fornews.co– Sepertinya dinamika pada Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Sumsel di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, pada 4-5 Maret lalu, belum selesai. Karena ada peserta musda yang akan membawa hasil dari musda tersebut ke Mahkamah Partai Golkar.
Ketua Harian DPD II Golkar Muaraenim, H Adriansyah mengatakan, sebagai salah satu peserta musda, pihaknya merasa dirugikan oleh Steering Committee (SC). Karena ada yang sudah mengklaim memenangkan pertarungan, sedangkan belum ada pemilihan.
“Gimana mau dikatakan ada yang sudah terpilih. Selaku peserta yang dirugikan SC, maka saya akan menguji keputusan SC ini ke Mahkamah Partai Golkar. Biarlah nanti mahkamah partai yang memutuskan dan apapun keputusannya adalah keputusan terbaik bagi kader Partai Golkar. Terlebih dua calon ini merupakan kader terbaik dan resource yang mumpuni,” ujar dia, Minggu (8/3).
Adriansyah menerangkan, Steering Committee pada musda kemarin dinilai mengamputasi hak-hak peserta dalam musda. Persoalan yang terjadi pada musda tersebut bermula ketika dilaksanakannya paripurna ke-5, saat Ketua SC, RA Anita Noeringhati, menyampaikan hasil verifikasi dari dua bakal calon yang mendaftar, yakni Dodi Reza Alex dan Andie Dienaldi.
“Namun hanya Dodi yang lulus. Dodi mendapatkan 4 surat dukungan dari DPD Golkar II. Sementara ada 11 DPD II yang memberika dukungan ganda. Ketua SC mengatakan bahwa 11 DPD Golkar II tersebut sudah melakukan perbuatan tercela (PDLT),” terangnya dia.
Padahal, ungkap Adriansyah, bukan kapasitas dari Ketua SC mengatakan bahwa 11 DPD Golkar II itu sudah tidak PDLT lagi dan bukan kewenangan SC memvonis 11 DPD tersebut sdh melakukan perbuatan tidak PDLT.
“SC sudah mengamputasi hak-hak peserta dalam musda. Sesuai dengan pasal 38 huruf huruf B point e tidak dilaksanakan oleh SC, bagaimana mungkin musda itu di lanjutkan kalau hasil verifikasi bakal calon sudah salah,” ungkap dia.
Artinya, jelas Ardiansyah, pada paripurna 6, 7 dan 8 tidak ada keputusan yang melandasi tafsir bahwa 13 DPD Golkar II pada Musda X DPD Golkar Sumsel ini tidak menghasilkan produk.
“Karena baru sampai paripurna ke 5, ada 13 DPD Golkar II yang WO (Walk Out). Jadi, kesimpulannya SC yang bermasah dalam melakukan verifikasi bakal calon dengan salah vetivikasi, maka belum ada calon DPD Partai Golkar Sunsel,” tandas dia.(aha)
















