
PALEMBANG, fornews.co – Dokter forensik Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kompol Mansyuri mengungkapkan, sebelum kepala Agus Gustiawan (38), dimutilasi pelaku Zumrowi (43), beberapa kalai membacok pada bagian leher dan wajah korban.
“Bagian leher yang paling parah hingga putus. Kemungkinan, korban itu dibacok beberapa kali dibagian leher hingga putus,” ujar Mansyuri, yang melakukan outopsi terhadap jasad korban di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Jumat (24/02).
Menurut dia, perbuatan sadis Zumrowi dilakukan saat korban sedang tertidur lelap. Hal ini sambungnya, terlihat luka yang diderita hanya bagian atas, seperti wajah yang lukanya sangat parah dan ada puluhan luka lain dari benda tajam. “Kalau di bagian tangan, tidak ada. Kemungkinan pembunuhan itu berlangsung saat korban tertidur lelap,” terangnya.
Masih kata dia, mutilasi kepala yang dilakukan Zumrowi, diperkirakan jika korban masih hidup. Dengan analisa keilmuannya, karena dilihat dari bercak darah yang berhamburan di lokasi. “Diduga korban dimutilasi dalam kondisi masih hidup,” imbuhnya.
Sementara itu, Win Insani (47), kakak sepupu korban mengaku, tetap melanjutkan kasus pembunuhan tersebut ke ranah hukum meskipun pelaku diduga menderita gangguan jiwa. “Sampai sekarang belum ada keterangan resmi jika dia itu gangguan jiwa. Siapa yang mau tanggung jawab kalau dia gangguan jiwa. Kami tidak yakin,” katanya.
Win sendiri sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Banyuasin, dengan tanda bukti lapor LP/B-55/I /2017 atas nama pelapor Syafrudin yang merupakan kakak kandung korban. “Keluarga pelaku pun hingga sekarang tidak ada itikad baik untuk menemui keluarga kami. Kami ingin kasus ini tetap berjalan,” tukanya.
Lanjutnya, Gustiawan sendiri mempunyai seorang istri dan satu anak yang masih kecil. Jenazah korban akan dimakamkan ke tanah kelahirannya yang berada di Dusun Karang Raja, Kabupaten Muaraenim. “Tiga hari kejadian, istri dan anaknya pulang ke Muaraenim. Memang sudah tiga tahun mengontrak di sana. Korban kerja bangunan,” tandasnya. (bay)
















