
PALEMBANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muba akan mengumumkan hasil tes kesehatan dan psikologi, dua pasangan balon bupati Muba Dodi Reza-Beni Hernedi, dan Amiri Arifin- Ahmad Toha pada 28 September nanti.
Ketua KPU Muba Firdaus Marvels menjelaskan, proses tes kesehatan dan tes kejiwaan dua calon pasangan Bupati-Wakil Bupati Muba tersebut, ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dari tim medis yang telah di tunjuk sebelumnya. “Ada tim medis kedokteran, dari BNNP, dan dari HIMSI yang memeriksa kesehatan mereka. Hari ini terakhir mereka menjalani pemeriksaan kejiwaan,” jelasnya.
Firdaus melanjutkan, pemeriksaan kesehatan itu sendiri ditangani 25 dokter spesialis dari tim kesehatan khusus, untuk menangani kesehatan fisik dan kejiwaan calon bupati-wakil bupati Muba. Apapun hasil yang diterima oleh KPU merupakan hasil dari tes yang telah dijalani para calon Bupati dan Wakil Bupati. “Nanti mereka akan menyerahkan hasil tes kesehatan tersebut ke KPU Muba. Kemudian KPU akan melakukan rapat pleno untuk mengetahui dan merekomendasikan hasil tersebut. Ya tentu dengan aturan yang telah di tuliskan dalam perundang-undangan,” tambah dia.
Terpisah, Penanggung Jawab Medis RSMH HM Alsen Arlan menyatakan, 25 tenaga dokter dan psikolog tersebut merupakan tim kesehatan yang telah melakukan MoU dengan KPU Muba. Tim itu sendiri terdiri dari tenaga medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Muba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, dan para psikolog dari Himpunan Psikolog Seluruh Indonesia (HIMSI). “Nanti hasilnya kita serahkan ke KPU Muba. Karena mereka lah yang berhak mengumumkan layak atau tidaknya calon tersebut, kita hanya memberikan saran saja,” kata dia.
Terkait hasil tes narkoba, khususnya lewat tes rambut bagi calon kepala daerah Muba, membutuhkan waktu sedikitnya satu minggu. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Brigjen Pol Iswandi Hari mengatakan, tes narkoba berupa pengambilan sampel rambut yang diikuti dua pasang calon bupati dan calon wakil bupati Muba sedang diteliti di laboratorium BNN di Jakarta. “Hasilnya, diperkirakan akan keluar satu minggu kedepan,” kata Iswandi ditemui usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumsel.
Selain pengambilan sampel rambut, sambungnya, kandidat kepala daerah juga di tes urine dan darah. Hanya saja, khusus rambut penggunaan narkoba bisa terdeteksi dalam beberapa bulan sebelumnya. “Untuk tes urine dan darah di teliti di Palembang, karena kita sudah memiliki alatnya. Sementara, untuk rambut belum bisa kita laksanakan disini, karena alatnya hanya ada di Jakarta. Sampel rambut ini punya daya yang cukup lama, jadi kalau ada yang menggunakan (narkoba) dalam waktu yang cukup lama, mudah-mudahan masih bisa dideteksi,” tutupnya.(tul)

















