PALEMBANG, fornews.co – Haul dan ziarah kubra makam ulama dan auliya seakan sudah menjadi tradisi menjelang bulan suci Ramadan. Seperti halnya di Palembang, setiap tahun jelang Ramadan, ulama, habib, kiai dan umat Islam berbondong-bondong melakukan ziarah ke makam ulama dan auliya Palembang Darussalam.
Pantauan fornews.co, hari ini, para ulama dan masyarakat muslim di Kota Palembang melakukan ziarah kubra pertama di makam Al-Habib Aqil bin Muhammad Bin Yahya, yang terletak di Jalan Dr M Isa (Dekat Simpang Empat Veteran) Palembang.
Dominan mengenakkan pakaian berwarna putih, para peziarah secara berarak mengunjungi makam tersebut. Tak ketinggalan, mereka juga membawa umbul-umbul yang bertuliskan kalimat Tauhid, Asmaul Husna dan Asmaun Nabi.
Selain dihadiri para ulama asal Palembang, ziarah kubra juga diikuti sejumlah ulama dari berbagai provinsi hingga belahan dunia. Di antaranya ulama dari Pulau Jawa, Kalimantan, Bangka Belitung serta dari luar negeri, Mekkah dan Madinah (Arab Saudi), Yaman, Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand dan lain-lain.

Selanjutnya, para peziarah melakukan ziarah ke-dua ke makam Al-Habib Ahmad bin Syeikh Shahab atau Gubah Duku, di Jalan Dr M Isa Lorong Gubah, 8 Ilir, Palembang. Perjalanan ziarah dimulai dari Masjid Darul Muttaqien yang berlokasi di pertigaan Jalan Slamet Riady dan Jalan Dr. M. Isa (Pasar Kuto) menuju ke Gubah Duku.
Sekadar informasi, Masjid dan gubah tersebut dibangun oleh Al-Habib Ahmad bin Syeikh bin Shahab, di atas tanah wakaf milik ayahnya yaitu Al-Habib Syeikh bin Ahmad Shahab. Karena, semasa hidupnya Al-Habib Syeikh dihadiahi sultan sebidang tanah yang sangat luas dari Kuto hingga Kenten.
Semasa hidupnya, Al-Habib Ahmad bin Syeikh Shahab atau Gubah Duku termasuk orang pertama yang melakukan perluasan pembangunan Masjid Agung Palembang, setelah Sultan Mahmud Badaruddin. Selain itu, Al Habib bin Syeikh Shahab juga turut andil membangun Masjid Jami’ di Kecamatan Muntok, Pulau Bangka, serta membangun Musala Darul Muttaqien (sekarang telah menjadi masjid) yang berlokasi di Jl. Dr. M. Isa (Dekat Pasar Kuto) Palembang. Hingga saat ini, Masjid
Darul Muttaqien memiliki peran aktif sebagai salah satu pusat dakwah di Kota Palembang.
Menurut keterangan Humas Haul dan Ziarah Kubra, Habib Mahdi Muhammad. Kegiatan hari ini dihadiri sekitar lima ribu umat muslim dan ditaksir akan terus bertambah pada ziarah hari ke-dua dan ke-tiga. Dia pun membenarkan, kalau ziarah kubra tahun ini juga dihadiri sejumlah ulama dari luar provinsi hingga luar negeri.
“Ada beberapa dari luar negeri, dari Malaysia terpantau 100 orang, dari Madinah Al munawarah Al Habib umar bin Abdul Rahman Al-jufri, dan Yaman Habib Muhamad bin Ahmad bin Syahab dan tamu-tamu lain. Yang insya Allah menambah semarak dan keberkahan ziarah Kubra kita hari ini,” ungkap Habib Mahdi ketika dijumpai di tengah-tengah jamaah ziarah.

Untuk diketahui, haul dan ziarah kubra ulama dan auliya Palembang Darussalam direncanakan berlangsung selama tiga hari. Untuk semua perjalanan ziarah dilakukan dengan berjalan kaki, disemarakkan tetabuhan hajir marawis dan untaian qasidah, juga membawa umbul-umbul bertuliskan kalimat Tauhid, Asmaul Husna dan Asmaun Nabi.(irs)
Berikut rangkain Haul dan Ziarah Kubra Ulam dan Auliya Palembang Darussalam :
1. Ziarah Pemakaman Auliya’ dan Habaib Al-Habib Ahmad bin Syeikh
Shahab (Gubah Duku)
2. Rauhah dan Tausiah di Pondok Pesantren Ar-Riyadh
3. Ziarah Pemakaman Auliya dan Habaib Seberang Ulu (Telaga Swidak dan Babus Salam As-Seggaf)
4. Rauhah dan Haul Al-Faqihil Muqaddam Tsani Al-Imam Al-Habib Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Ad-Dawilaih
5. Haul Al-Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Al-Bin Hamid
6. Acara Puncak Ziarah Kubra : Pemakaman Al-Habib Pangeran Syarif Ali Syeikh Abubakar, Pemakaman Kesultanan dan Auliya Kawah Tengkurep, Pemakaman Kesultanan, Auliya’ dan Habaib Kambang Koci.
7. Wisata Bahari.
















