TUNGKAL JAYA, fornews.co – Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, mengambil sikap untuk menghentikan kegiatan pengeboran pemasangan pipa transportasi gas gresik Pusri di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin.
Penghentian hingga waktu yang belum ditentukan itu, lantaran banyak rumah warga yang digenangi lumpur akibat aktivitas pengeboran tersebut. “Saya lihat sendiri tempat terjadinya semburan lumpur di Pinang Banjar. Saya minta kontraktor Pertagas perhatikan dampak lingkungan dan perekonomian masyarakat sekitar aktivitas pengeboran/penggalian pipanya,” tegasnya, saat bertemu dengan kontraktor Pertagas, di Kantor Camat Tungkal Jaya, Rabu (02/05).
Beni menyatakan, pihaknya keberatan atas dampak yang terjadi terhadap penggalian pipa tersebut. Seperti sejumlah fasilitas umum yang dibangun pemerintah dibongkar tanpa berkoordinasi, dan tanah bekas penggalian memakan jalan menyebabkan macet serta air menggenangi jalan. “Kami minta setelah aktivitas penggalian di satu titik selesai segera diperbaiki kembali, sehingga tidak membuat macet dan merusak kerapian kabupaten Muba,” ujarnya.
Dia menerangkan, bahwa Pemkab Muba sangat kooperatif terhadap BUMN yang melaksanakan pekerjaannya di Muba. Contohnya, Pemkab Muba telah memfasilitasi izin PLN dan PGN sampai ke tingkat pusat.
“Intinya kami mendukung suksesnya proyek ini, tetapi kami meminta pihak Pertagas sebelum melakukan kegiatan di wilayah kami lebih dulu berkomunikasi dan berkoordinasi,” tandasnya. (tul)

















