
PENDOPO, fornews.co – Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau industri rumah tangga khususnya di Bumi Serapat Serasan, masih saja pangsa pasar menjadi kendala dalam pengembangan usahanya.
Modal yang pas-pasan juga menjadi sandungan dalam meningkatkan produltifitas. Sebagaimana yang dialami Herman (35), warga Talang Miring, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ini.
Usaha yang digeluti bapak dua anak ini, produksi alat masak yang terbuat dari aluminium sebenarnya bisa berkembang pesat jika ada uluran (bantuan) untuk mengatasi kendala modal dan pemasaran. Terutama peranan atau perhatian pemerintah setempat.
Herman menuturkan, usahanya tersebut merupakan turun temurun keluarganya sejak lama. Dia mengakui, sejak dirinya meneruskan usaha yersebut, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi (Disperindag), dan Dinas Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi Kabupaten PALI, pernah mendata. Namun, hanya sekedar melakukan pendataan saja ke tempatnya.
“Usaha kami ini dari dulu sampai sekarang seperti inilah (tidak berkembang). Kami sulit mengembangkan usaha karena penjualan kami hanya sebatas wilayah PALI. Jika ada pesanan dari luar PALI, bahkan dari provinsi lain, kami terkendala modal,” tutur Herman belum lama ini.
Dia berharap, adanya bantuan pemerintah melalui dinas terkait untuk membantu mengembangkan usahanya terutama pangsa pasar. “Terpenting pemasaran. Sebab percuma modal besar kalau tempat penjualan sedikit. Jadi, kami minta pemerintah untuk mencarikan pasar yang lebih luas lagi, masalah harga dan kualitas produk kami bisa bersaing,” ucapnya.
Saat ini saja tambahnya, omset setiap bulannya sudah mencapai puluhan juta rupiah. Kendati demikian, kalau pasarnya lebih luas, mungkin omset bertambah, serta tenaga kerja pun akan diserap lebih banyak lagi.
“Saat ini, keuntungan bersih kami sudah lebih Rp10 juta per/bulan. Sementara kami bayar pekerja satu orangnya Rp80.000 per/hari dan di sini ada tiga orang pekerja,” imbuhnya.
Lebih jauh dikatakan, persoalan yang dialami UKM atau induatri rumahan lainnya sama. Mereka (pelaku UKM) butuh aksi nyata pemerintah, khususnya dalam membantu pengembangan usaha mereka. Bukan hanya sekedar mendata lalu kemudian diklaim. (son)

















