
PENDOPO, fornews.co – Warga Desa Semangus, Kecamatan Talang ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), meminta perusahaan seismik untuk bertanggung jawab terhadap akses jalan desa rusak parah akibat dilalui kendaraan berat.
Bahkan warga yang mengaku kesal, mengecam dan melarang kendaraan survei seismik untuk tidak melalui jalan penghubung desa. Jalan penghubung menuju dua desa tersebut putus sehingga membuat Desa Semangus, terisolir.
Kepala Desa Semangus, Sulaiman mengatakan, pihaknya selaku pemerintah desa sudah beberapa kali untuk meminta pihak survei seismik tidak melalui jalan penghubung desanya saat hujan, karena kondisi jalan semakin parah.
“Secara lisan, surat pengajuan sudah kita layangkan ke mereka (pihak survei seismik) tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Jalan itu setiap hari dilalui kendaraan mereka, seumpanya ada yang selip atau terlumpur, mereka lewat sampingnya, jadi jalan itu sudah mirip bubur saja,” ujarnya kepada wartawan Minggu (12/02).
Bahkan menurut Sulaiman, pihaknya sudah sering berkoordinasi dengan perusahaan lain untuk memperbaiki akses menuju desa Semangus, tersebut. “Kami sering minta bantuan untuk perbaikan jalan ke PT MHP atau perusahaan lain. Tapi dari seismik ini sangat susah untuk sekedar memperbaiki jalan,” keluhnya.
Hal serupa dikeluhkan salah seorang warga Desa Semangus, Dedi (36). Dirinya merasa dengan adanya pengerjaan survei seismik membuat susah dan tidak ada untungnya bagi masyarakat. “Kalau rugi itu sudah pasti. Seharusnya jalan kita tidak hancur seperti ini, masih ada jalur di kiri-kanan jalan yang bisa dilalui motor, namun saat ini dilalui mobil survei seismik ini semakin hancir,” ucapnya.
Dia menambahkan, jalan yang tadinya untuk warga yang ke kebun naik motor malah dilewati memakai mobil sehingga jalan bertambah rusak. “Orang survei seismik benar-benar tidak mikir. Bagaimana mau mengeluarkan dan menjual hasil tani, mau kekebun saja susah sekali lewat jalan ini,” tukasnya. (son)

















