SEKAYU, fornews.co – Penerapan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada siswa sekolah didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba.
Sekretaris Daerah (Sekda) Muba, Apriyadi menyatakan, merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbudristek, Menag, Menkes, dan Mendagri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
“Disebutkan bahwa mulai Januari Tahun 2022 semua seluruh satuan pendidikan pada wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3 wajib melaksanakan PTM,” ujar dia, pada dialog interaktif di SMA Negeri 2 Unggul Sekayu, Senin (10/1/2022).
Apriyadi mengungkapkan, pada SKB 4 Menteri 2022 terdapat perubahan penghentian sementara PTM di satuan pendidikan sekurang-kurangnya 14X24 jam apabila terjadi klaster penularan COVID-19 di satuan pendidikan tersebut.
“Momen ini juga dirindukan oleh para siswa dan siswi. Tapi kita harus tetap saling mengingat agar mematuhi protokol kesehatan, melakukan vaksin bagi yang belum sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri,” ungkap dia.
Terhadap beberapa sarana yang ada di SMAN 2 Sekayu yang memerlukan bantuan ataupun perbaikan, Apriyadi menjelaskan, Pemkab Muba siap membantu semampunya.
“Karena ada keterbatasan kebijakan dan wewenang. Namun, terlepas dari itu kalian harus tetap semangat belajarnya. Raihlah berbagai prestasi sebagai persiapan menuju masa depan yang lebih gemilang,” jelas dia kepada siswa.
Sementara, Kepala SMA Negeri 2 Unggulan Sekayu, Hendri menuturkan, sejak tanggal 3 Januari 2022 SMAN 2 sudah melakukan tatap muka 100 persen. “Ini minggu kedua melakukan PTM. Dengan keterbatasan sarana maka PTM di SMAN 2 Sekayu bagi menjadi 2 shift yaitu pagi dan siang,” tutur dia.
Hendri melanjutkan, pelaksanaan PTM 100 persen ini ada beberapa catatan terkait pemantauan dan evaluasi PTM terbatas, diantaranya kesiapan PTM terbatas, kasus suspek dan komorbid, laporan sekolah dan satgas penanganan COVID-19 (PC19), tingkat kepatuhan institusi terhadap protokol kesehatan, status vaksin, kasus konfirmasi serta kontak erat COVID-19 yang sudah terintegrasi peduli lindungi.
“Semoga proses PTM dapat berjalan dengan baik dan menambah semangat siswa untuk belajar. Terima kasih atas dukungan Pemkab Muba, mudah-mudahan kedepannya sarana maupun prasarana di SMAN 2 Sekayu dapat semakin membaik,” tandas dia. (aha)

















