
PALEMBANG, fornews.co-Disaat banyak pejabat dan tokoh masyarakat Sumsel berkeinginan maju sebagai bakal calon gubernur Sumsel, mantan Wali Kota Lubuklinggau periode 2003-2013 Riduan Effendi, justru memilih hanya mencalonkan sebagai wakil gubernur (wagub) Sumsel.
“Memang sudah diniatkan untuk maju wakil, kalau gubernur belum terlalu. Ya, karena saya sadar, saya tidak begitu punya lebih dari sisi keuangan,” ujarnya kepada media, usia mengambil formulir penjaringan balonwagub Sumsel, di Sekretariat DPW Nasdem Sumsel, Kamis (15/06).
Riduan menuturkan, setelah menjabat sebagai Walikota Lubuklingga lima tahun lalu, dirinya masih terpanggil untuk mengabdi kepada masyarakat Sumsel. “Ya sebelum saya game over, saya akan terus berbuat untuk tabungan di akhirat,” tuturnya.
Suami dari Hj Septiana Zuraida itu melanjutkan, walau dirinya kader Hanura, namun niatan untuk mendaftarkan diri sebagai Wakil Gubernur Sumsel ini, adalah panggilan dari diri pribadi. “Walaupun nanti yang memutuskan itu partai. Saya juga masih melihat survey, kalau survey saya tidak bagus saya mundur. Untuk ke partai lain, saya juga akan lihat dulu partai mana yang memungkinkan, cari yang koalisi dengan partai tempat saya mengambil formulir,” terang mantan kader Golkar itu.
Keinginan Riduan untuk maju sebagai wakil gubernur, tidak lain untuk mensinergikan semua pihak untuk meningkatkan pembangunan di Sumsel sendiri. “Tentu dengan meningkatkan kerjasama dengan bupati/walikota selaku pemilik daerah, harus top down, bukan button up. Tapi intinya saya akan membantu gubernur mewujudkan itu,” tukasnya.
Sementara, Sekretaris DPW Partai Nasdem Sumsel Hamzah Syaban mengatakan, hingga hari ini sudah ada empat balongub yang sudah mengambil formulir, yakni Syahrial Oesman (SO), Herman Deru, Ishak Mekki, Sarjan Taher. Untuk balonwagub, Khairul Malik dan Riduan Effendi.
“Insyaallah, besok (Jumat) mungkin Aswari yang ambil formulir. Setelah ini, kita lakukan verifikasi berkas dan lakukan survey, dan itu DPP yang menentukan dengan pertimbangan pertimbangan yang merupakan hak dari DPP,” tandasnya. (tul)
















