
BATURAJA, fornews.co-Pasca musibah yang merenggut nyawa seorang petugas pemadam kebakaraan Dinas Penanggulangan Bencana Kebakaran (PBK) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendapat perhatian dari Bupati OKU Drs H Kuryana Azis.
Pada kunjungannya Senin (09/01), Kuryana bertatap muka dan memberikan arahan langsung dengan Kepala Dinas PBK Himda Pahruzal, Seketaris Dinas Alfarizi serta petugas PBK, mengenai tugas dan fungsi pokok petugas pemadam kebakaran. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu ada dua kali kecelakaan. Yang ia dengar mobil damkar itu bukan sopir aslinya.
“Ingat staf dan sebagainya, kepada semua petugas, bekerjalah sesuai tugas dan fungsi. Jangan ambil peranan petugas lain. Misalnya, sopir kalau belum mahir jangan menyetir. Hati-hati jangan ugal-ugalan menyetir. Kalau sudah kejadian banyak kerugian,” pesannnya.
Apalagi kecelakaan kedua yang terjadi baru-baru ini, sambung Bupati, ada petugas PBK yang meninggal saat melaksanakan tugas. “Yang saya dengar, sopirnya bukan sopir aslinya. Sopir aslinya sedang shalat. Ingat mengemudikan ambulan, mobil PBK beda dengan menyetir mobil biasa. Jadi ingat jangan asal-asalan,” tegasnya, sembari mengatakan keselamatan orang dan keselamatan bertugas sendiri harus diperhatikan dalam bekerja, sehingga bisa berjalan dengan baik dan semestinya.
Ke depan sambung Kuryana, agar petugas tidak duduk di mobil tanki pemadam, dirinya menekankan kepada Kadin dan Seketaris PBK, agar berkoordinasi ke Pemkab OKU, untuk meminta kendaraan pengangkut petugas. Jadi tidak ada lagi petugas PBK yang naik mobil damkar dan tanki pemadam saat menuju dan melaksanakan tugas memadamkan kebakaran.
“Sopir-sopir juga buatkan SIM-nya. Dananya anggarkan. Ganti SIM-nya jangan sim A, tapi harus SIM B. Anggarkan juga untuk pelatihan mereka. Sebab menjadi petugas PBK ini harus orang-orang terlatih, sehingga benar-benar siap dalam bertugas,” terangnya.
Dalam ke sempatan ini, dia menekankan agar Dinas PBK ke depan harus ada perubahan. Apapun kebutuhan dicatat, termasuk seragam dan fasilitas pendukung petugas di lapangan harus standar. Satu hal juga menyangkut honor, Kuryana mengitruksikan jangan terlambat, termasuk asuraansi harus diperhatikan. “Tidak mungkin dicoret anggarannya kalau memang dibutuhkan dan mendesak,” pungkasnya. (gus)

















