BANYUASIN, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru bergerak cepat untuk membenahi progres sejumlah proyek di Sumsel. Salah satunya Pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA).
Keinginan tersebut disampaikan saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II, sebelum akhirnya bertolak ke Pelabuhan TAA, Senin (12/11).
Di sela kunjungan itu, HD menginstruksikan jajarannya terutama pengelola Pelabuhan TAA untuk segera menghidupkan kembali aktivitas pelabuhan yang berada 68 Km dari Kota Palembang tersebut.
“Yang penting jangan mubazir, karena sudah berapa ratus miliar APBN yang masuk. Belum lagi ditambah gudang-gudang itu memakai APBD. Ini akan mubazir jika kita tidak punya keberanian. Terlepas dari persoalan KEK TAA, pelabuhan ini juga saya yakini bisa mempercepat tumbuhnya KEK,” kata Herman Deru.
Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu mengatakan, soal nanti ada pengembangannya ke Tanjung Carat, Pemprov juga akan tetap mendukung penuh. Namun terpenting menurutnya yang pertama harus dibereskan adalah aktivitas pelabuhan itu sendiri.
“Intinya ini gak boleh terbengkalai, harus jalan. Bayangkan belum pernah ada PAD yang masuk dari sini lima rupiah pun, padahal sudah terbangun puluhan tahun. Bukan KEK TAA tidak penting, tapi ini kita prioritaskan dulu,” ujarnya.
Keberadaan pelabuhan ini menurut HD, jelas sangat penting dan vital. Terlebih kondisi Pelabuhan Boombaru saat ini dinilainya sudah begitu padat dan berada di pusat kota. Dengan adanya pelabuhan ini, tentu Provinsi Sumsel akan makin mudah mengekspor komoditinya tanpa harus ke pelabuhan lain di luar provinsi.
Menurut HD, Pelabuhan TAA ini akan menjadi pengurai kesibukan di Pelabuhan Boombaru. Selanjutnya tinggal kesepakatan operatornya, pelabuhan mana yang akan melayani angkutan barang curah dan kontainer.
“Sudah saya kumpulkan info dan cross cek. Ada Forkominda, Sekda dan perwakilan Pemkab Banyuasin. Kita coba cari tahu apa yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Dari hasil rapat singkat, lanjut HD, pada dasarnya untuk mendukung kapal besar bersandar di pelabuhan TAA dibutuhkan pendalaman/ pengerukan. Selain memperdalam pelabuhan, banyak hal yang harus diperbaiki, salah satunya penambahan listrik dan gas.
Disinggung soal dana pengerukan, ayah empat putri ini memastikan tak akan menggunakan dana APBD, melainkan menggandeng pihak swasta. Menurutnya, dirinya sengaja memprioritaskan pelabuhan ini agar secepatnya aktif demi mempercepat pengembangan yang lain.
“Pengerukan ini tidak bisa sekali, tapi hatus setiap saat. Ini akan kita survei kembali, kalau memang ada sedimentasi atau pendangkalan, kita usahakan akan ada pengerukan,” ujarnya.
Untuk meyakinkan pengusaha agar mau memanfaatkan pelabuhan ini, HD meminta pengelola melengkapi sarana dan prasarananya. Seperti kebutuhan listrik, ruang tunggu dan adminsitrasi. Terutama keamanan hingga penegakan hukumnya.
Menurut HD, Pelabuhan TAA ini adalah impian semua gubernur. Mulai dari gubernur Ramli Hasan Basri, kemudian Syahrial Oesman hingga sekarang dirinya menjabat sebagai gubernur, juga akan tetap dilakukan perbaikan untuk mewujudkannya.
“Waktu itu belum ada KEK. Ini cita-cita semua gubernur, dan saya ingin saat saya menjadi gubernur ini terwujud menjadi kenyataan bahwa pelabuhan ini bermanfaat,” ujarnya.
Dari semua hal di atas, yang terpenting lagi, kata HD, adalah dukungan pemerintah kabupaten Banyuasin.
“Karena kalau mereka welcome, semua akan jadi mudah. Insya Allah di pertengahan tahun 2019 kita sudah bisa action,”ujarnya.
Tak hanya mengurai kepadatan Pelabuhan Boombaru dan memudahkan ekspor komoditas Sumsel, HD juga punya rencana besar terkait upayanya menghidupkan kembali Pelabuhan TAA. Dia berencana memindahkan industri pupuk terbesar di Indonesia yakni Pusri di kawasan TAA. Untuk merealisasikan hal itu, saat ini sedang dibahas penyediaan gas untuk menunjang operasional PT Pusri. Hal ini sekaligus mengurangi dampak aktivitas operasional PT Pusri bagi masyarakat.
“Saya akan percepat sambungan gas di TAA. Biar kita bisa segera pindahkan industri terbesar besar (PT Pusri) di TAA. Mereka mau asalkan gas ada di sini. Selama ini kita tahu kalau bocor dikit jadi masalah. Dengan sistem yang lebih modern ini, tentu tidak akan terjadi lagi,” tuturnya.(bas)

















