SEKAYU, fornews.co – Sekda Muba Apriyadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Yuli Nensi seorang warga Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Senin (01/06). Program ini merupakan bantuan dari Pemkab Musi Banyuasin melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muba.
Yuli sendiri adalah seorang janda yang memiliki empat orang anak yang sehari-harinya bekerja serabutan mengambil upah memotong karet. Setidaknya sudah enam tahun terakhir Yuli dan anak-anaknya berteduh di rumah yang tidak layak huni. Kondisi rumah yang terbuat dari papan bertopang kayu itu sudah lapuk dan bolong di beberapa bagian. Bahkan tidur Yuli dan anak-anak tak pernah nyenyak karena khawatir rumah mereka roboh sewaktu-waktu.
“Selama ini kalau hujan angin saya dan anak-anak selalu takut rumah kami roboh. Alhamdulillah mulai hari ini rumah kami dibangunkan secara permanen oleh Pemkab Muba, terima kasih yang tak terhingga,” ujar Yuli yang sejak 2 tahun belakangan ditinggal suaminya.
Selain itu, Yuli juga mengisahkan sulitnya kondisi mereka yang tinggal di rumah tanpa memiliki fasilitas MCK.
“Kalau mau MCK numpang ke tetangga, dan sekarang alhamdulillah sudah dibuatkan oleh Pemkab Muba juga MCK untuk keluarga saya,” ucapnya tampak menahan rasa haru.
Sementara itu, Ketua Baznas Muba Lukmanul Hakim menerangkan, bangunan permanen kediaman Yuli akan dibangun dengan ukuran 5×6 meter serta ditambah MCK ukuran 1,5×1,5 meter.
“Bangunan jadi permanen dengan batu bata dan atap seng. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp29 juta, insyaallah 10 hari ke depan proses pembangunan sudah selesai,” katanya.
Menurut Lukmanul, program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Muba tersebut merupakan program Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui Baznas. Adapun dana yang terkumpul merupakan hasil zakat warga Muba utamanya kalangan ASN Pemkab Muba.
“Inisiasi pak Bupati Dodi Reza Alex mengeluarkan Perda Zakat tersebut untuk keperluan inilah salah satunya, meringankan beban sesama dan langkah konkret mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Muba Apriyadi menceritakan awal mula mengetahui kondisi rumah tidak layak huni milik Yuli tersebut saat dirinya menyalurkan dana BLT Dana Desa di wilayah tersebut.
“Kemudian saya minta Kades setempat mengusulkan agar rumah Yuli mendapatkan bantuan bedah rumah lewat dana Baznas, apalagi kondisi keseharian ibu Yuli tersebut sangat susah dan menafkahi 4 anaknya yang masih kecil,” terangnya.
Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini menyebutkan, dengan bantuan program bedah rumah tersebut sedikitnya bisa mengurangi beban ibu Yuli bersama anak-anaknya.
“Untuk makan sehari-hari pun ibu Yuli ini sulit, tentu tidak dimungkinkan dirinya akan mampu memperbaiki rumahnya sendiri. Kondisi warga yang seperti inilah harus segera dibantu sesuai komitmen pak Bupati Dodi Reza Alex,” tukasnya. (ije)

















