KAYUAGUNG, fornews.co – Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74, para pedagang musiman bendera dan umbul-umbul corak merah putih hiasi di jalan protokol Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Salah seorang pedagang bendera di Kayuagung, Rosi mengungkapkan, sudah lima tahun belakangan ini dirinya berdagang (bendera) musiman. Diakuinya dirinya berjualan tersebut memang karena kebutuhan ekonomi.
“Sudah lima tahun ini. Paling mulai jualan menjelang Agustus sampai perayaan HUT RI nanti,” katanya ditemui wartawan fornews.co di lokasinya berdagang, Selasa (31/07).
Meski enggan mengungkap omset yang didapat, Rosi mengatakan, rata-rata penghasilannya dalam sehari mencapai Rp200.000. “Biasanya semakin dekat hari H, itu semakin ramai yang beli. Jadi semakin dekat kadang lebih dari Rp200.000 perhari,” katanya.
Rosi menuturkan, barang yang ia jual memang hanya meliputi aksesoris kemerdekaan seperti bendera, umbul-umbul, gantungan aksesoris, hingga background. “Harganya beragam, mulai dari Rp10.000 sampai Rp250.000,” ujarnya.
Terkait lokasinya berdagang, lanjut Rosi, dirinya merasa tidak begitu mengganggu pengguna jalan karena barang dagangannya disusun cukup rapi. Bahkan dirinya mengklaim dagangannya ini membuat jalan menjadi berwarna.
“Kita jualan dak di atas trotoar, lebih ke pinggir. Kalau pajangan kami kira ini tidak terlalu mengganggu karena kami pasang rapi dan tidak menutupi pengguna jalan,” tuturnya. “Sudah jualan, kembali kami rapikan dan tidak membuat sampah. Lagi pula kami berdagang tidak lama, hanya beberapa Minggu saja, paling lama tiga minggu,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten OKI, Alexander Bustomi saat dihubungi wartawan fornews.co mengimbau, agar para pedagang bendera yang kini mulai bermunculan tersebut untuk lebih tertib dalam memilih tempat berdagang.
Menurutnya, jika para pedagang ini tidak tertib hal ini akan menggangu keamanan dan kenyamanan. Bahkan, jika aspek-aspek ini tidak diperhatikan bisa membahayakan pengendara.
“Memang para pedagang musiman ini tidak terhindarkan setiap tahun. Namun hendaknya dalam berjualan para pedagang ini memperhatikan beberapa aspek seperti kenyamanan, keamanan dan kalau bisa tidak menggangu,” kata Alex.
Untuk itu, lanjut Alex hendaknya para pedagang ini tidak berjualan di trotoar dan memilih lokasi berjualan di tempat yang tidak menggangu. Karena menurut Alex, jika para pedagang ini dilarang berjualan kemungkinan masih ada warga yang membutuhkan.
“Jadi bukan tidak boleh berjualan, silahkan mereka berjualan tapi tertib. Kalau memang mau berjualan silahkan memilih tempat yang tidak menggangu, atau mau berjualan di dekat taman silahkan asal jangan mengganggu,” jelasnya, seraya menagatakan pihaknya akan menurunkan petugas untuk memberikan imbauan kepada para pedagang agar lebih tertib. (rif)
















