PALEMBANG, fornews.co – Tak sabar menunggu pembangunan jembatan bailey, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru instruksikan Dinas PUBM-TR Sumsel untuk membangun jembatan ekstra darurat pengganti sementara Jembatan Ayek Mulak yang putus diterjang banjir, Senin (30/12).
Hal itu disampaikan HD usai meninjau langsung jembatan yang terputus di Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Selasa (31/12). Gubernur hadir bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto, Bupati Lahat Cik Ujang, dan kepala dinas terkait.
Begitu mendapat laporan jembatan yang menghubungkan Desa Pengentaan dan Desa Lesung Batu Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, dan juga jalan lintas Lahat – Muara Enim terputus, HD pun langsung mengambil tindakan bersama Pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Pusat membuat jembatan darurat (jembatan bailey). Namun menurutnya, membangun jembatan bailey akan memakan waktu lama paling tidak dua bulan.
“Bisa saja (waktu membangunnya lebih) dengan jembatan bailey yang membentang 100 meter ini dengan arus yang deras,” ujar HD.
Oleh karena itu, HD pun akan mencari solusi lain agar mobilisasi warga tidak terganggu terlalu lama. Salah satunya yaitu membangun jembatan ekstra darurat.
“Saya akan mencari siasat agar ada ekstra daruratnya. Jadi bagaimana penanganan ekstra darurat sehingga paling tidak mobil-mobil kecil, sepeda motor, sepeda, pejalan kaki, anak sekolah hingga para pedagang tidak terganggu aktifitasnya. Saya minta dalam waktu yang segera dibangun apakah dari pohon kelapa, besi dengan bobot yang tertentu atau dari apa. Ini nanti biar PU yang koordinasi,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur dan Forkopimda Sumsel meninjau lokasi banjir dan memeriksa Posko penanganan bencana banjir di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkal, Kabupaten Lahat. (ije)

















