SEKAYU, fornews.co – Warga Musi Banyuasin yang tidak sempat bepergian keluar kota di waktu libur pergantian tahun, bisa berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Bumi Serasan Sekate. Setidaknya ada delapan destinasi wisata yang bisa dikunjungi warga dan tersebar di beberapa kecamatan.
Delapan destinasi wisata tersebut adalah, Taman Toga Mangun Jaya, Taman Bupati di belakang Rumah Dinas Bupati Muba, Danau Ulak Lia Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Danau Kongar Sungai Keruh, Danau Ulak Libok Sanga Desa, Bukit Pendape, Gelanggang Remaja Sekayu, dan Taman Instagrammable Depan Rumdin Bupati Muba.
“Delapan destinasi wisata ini mulai berkembang di era kepemimpinan Bupati Dodi Reza Alex. Jadi kalau ke Muba jangan lupa untuk berkunjung,” ujar Plt Kepala Dispopar Muba, Muhammad Fariz, Selasa (31/12).
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza mengajak kepada seluruh warga Muba dan pengunjung lokasi wisata di Muba untuk menjaga fasilitas umum (fasum) dan kebersihan di tempat wisata yang sudah dibangun bersama-sama tersebut.
“Jaga kebersihan, selamat berlibur. Silakan menikmati wisata-wisata yang ada di Muba,” ungkapnya.
Kedepan, lanjut Dodi, dirinya memerintahkan Dispopar Muba untuk terus menyisir dan mengembangkan potensi tempat pariwisata yang ada di Muba.
“Untuk itu pula nantinya harus kita jaga bersama, agar Muba menjadi rujukan tempat wisatawan berkunjung. Selain itu saya imbau kiranya warga berkenan untuk menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas umum yang telah kita bangun dari APBD Muba ini,” katanya.
Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muba Andi Wijaya Busro mengajak kepada seluruh masyarakat Muba agar bersama-sama dan partisipasi ikut menjaga pembangunan fasilitas umum (fasum) yang telah dibangun maupun yang saat ini sedang dikerjakan oleh Pemkab Muba.
“Kami minta kepada masyarakat agar menjaga fasilitas umum yang dibangun seperti taman di depan kantor bupati yang saat ini ramai dikunjungi oleh warga, taman itu selalu ramai dikunjungi warga yang ingin berselfie maupun berolahraga jogging,” ujar Andi.
Menurut Andi, tak hanya sebagai ruang terbuka hijau (RTH), keberadaan taman saat ini juga menjadi tempat edukasi dan konservasi. Untuk itu perilaku peduli terhadap fasilitas umum yang dibangun untuk masyarakat merupakan hal penting. Sebab jika fasilitas yang sudah dibangun tidak dirawat maka akan menjadi hal yang sia-sia pemanfaatannya bagi masyarakat sendiri.
Andi mencontohkan, tidak membuang sampah sembarangan dalam area taman dan tempat wisata merupakan salah satu upaya untuk menjaga fasilitas umum agar tetap terpelihara dan jangan sampai dirusak oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Sehingga taman-taman yang telah dibangun bisa terus terpelihara dan dimanfaatkan secara luas.
“Dari segi kebersihan kita sudah banyak siapkan kotak sampah di taman tersebut. Jadi bagi pengunjung, buanglah sampah pada tempatnya. Ayo kita sama-sama peduli, sama-sama punya rasa memiliki. Jaga fasilitas yang ada, sebab fasilitas ini disediakan untuk masyarakat. Jangan dirusak. Toh, tidak ada gunanya juga merusak fasilitas ini. Malah bikin rugi orang banyak,” tukasnya. (ije)
















