YOGYAKARTA, fornews.co —Menindaklanjuti tanggapan warga Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri terhadap longsornya jembatan Kenet Siluk I Imogiri Bantul, Komisi C DPRD DIY telah meminta Pemerintah Provinsi DIY untuk segera melakukan perbaikan. Namun hingga Selasa, 17 Maret 2020, jembatan Kenet masih dalam kondisi kesulitan.
Jembatan yang dibangun tahun 1985 merupakan akses jalan penghubung antara kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Konstruksi bangunan jembatan yang dimaksud tidak ideal berdiri di sungai selebar 30 meter sedangkan jembatan panjang hanya 17 meter.
Baca: Dihantam Arus Deras Groundsill Kali Progo Jebol
Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUP – ESDM DIY, Bambang Sugaib, mengatakan dibutuhkan perbaikan dan konstruksi jembatan yang baru.
“Jembatan ini sudah melebihi batas yang dibangun sejak tahun 1985,” katanya.
Secara geografis, imbuhnya, sungai ini berhulu di antara Sungai Opak dan Oyo, berada di daerah cekungan. “Diperlukan kajian lebih lanjut.”
Guna mencegah kerusakan yang lebih parah, pihaknya meminta kepada Pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.
Hujan dengan waktu yang lama dapat kembali terjadi, dalam waktu yang bersamaan airnya tidak hanya akan menggenangi pemukiman, namun juga persawahan, dan fasilitas publik seperti sekolah.
Pihaknya harus melakukan antisipasi dengan menutup lajur jalan sisi barat untuk mengurangi kelebihan beban jembatan.

Selain itu, penataan karung pasir di sekitar jembatan bagian barat telah dilakukan untuk mengurangi risiko longsor.
Terkait keputusan ini, Anggota Komisi C, Amir Syarifudin meminta kepada desa agar pemerintah dapat segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah.
Menurut Amir, kerusakan jembatan dan longsor merupakan bencana yang harus segera dilakukan. Kebutuhan sarana ini menjadi sangat menantang mengingat sekolah di kabupaten dua Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. ( adam )
FORNEWS RESMI
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















