PALEMBANG, fornews.co – Meski secara umum bisa mengimbangi permainan Sriwijaya FC, namun Persibat Batang harus menerima kekalahan 1-2.
Asisten Pelatih Persibat Batang Abdul Mungin mengucapkan selamat kepada Sriwijaya atas kemenangan kali ini. Menurut Abdul, kedua tim sebenarnya bermain sangat baik. Namun timnya merasa sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit.
“Banyak keputusan wasit yang merugikan kami. Sehingga pemain terprovokasi,” ujar Abdul pada post match press conference di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sabtu (21/09) petang.
Abdul yang menggantikan Pelatih Bona Elisa Simanjuntak yang terkena hukuman kartu merah mengakui, beberapa keputusan wasit yang merugikan timnya membuat pelatih ikut terpengaruh. Aksi protes keras yang diajukan pelatih justru ditanggapi wasit Ginanjar Rahman Latief sebagai sebuah serangan verbal terhadap pengadil lapangan. Sehingga wasit pun mengusir pelatih Bona dan kit man Eko Junianto.
“Komunikasi (wasit dan pelatih) tidak berjalan baik, sehingga wasit pun mengeluarkan hukuman kepada pelatih,” katanya.
Disalip PSPS Riau yang berhasil mengalahkan Aceh Babel United, Abdul telah memprediksi sebelumnya. Menurutnya, jelang akhir kompetisi perjuangan harus lebih keras untuk tetap bertahan di Liga 2.
“Sudah kita prediksi sebelumnya Aceh Babel United kalah dari PSPS. Sebab di pengujung kompetisi ini biasanya tim medioker main aman. Di tiga home selanjutnya kita harus ambil poin penuh dan nanti penentuan saya prediksi saat laga terakhir kontra PSPS Riau,” tuturnya.
Sementara itu, kapten Persibat Batang Arif Budiyono mengatakan, tim sudah bermain bagus. Terbukti di babak I, Persibat bisa menahan Sriwijaya tanpa gol. Bahkan di babak II meski sempat tertinggal lebih dulu, Persibat bisa menyamakan kedudukan.
“Tapi kami kecewa sama wasit. Karena kita di lapangan dirugikan dengan banyak pelanggaran. Hal itu bikin konsentrasi pecah sehingga dimanfaatkan Sriwijaya mencetak gol,” ujar bek Persibat ini. (ije)

















