PALEMBANG, fornews.co – Palembang Bank Sumsel Babel kalah telak tiga set langsung dari Jakarta BNI 46 pada laga penutup putaran I Proliga 2020 di PSCC, Senin (10/02) tengah malam.
Pelatih Palembang Bank Sumsel Babel Mashudi menilai anak asuhnya kalah pengalaman dari pemain BNI 46 yang dihuni pemain senior. Menurut Mashudi sebenarnya BSB memiliki kualitas permainan untuk mengimbangi tim lain. Akan tetapi terkadang pengendalian diri yang kurang bisa dikontrol menjadi bumerang bagi tim.
“Kekalahan ini karena tingkat emosi tinggi, pertarungan taktis, jam terbang juga kita harus mengakui kalah. Tapi bukan kalah total, karena kita bisa mengimbangi bahkan sempat memimpin poin beberapa kali,” ujar Mashudi usai pertandingan.
Mashudi mengatakan, meski set 1 lepas, namun set 2 permainan BSB membaik. Terutama di awal dimana Gunawan Saputra dkk mampu memimpin dengan selisih 3 poin. Tapi perlahan permainan BSB mengendur dan mampu dikejar BNI 46.
“Saya juga gak tahu kenapa. Sebenarnya kan kalau sudah meninggalkan seperti itu tinggal menjaga pindah bola saja. Sampai habis suara saya teriak ke pemain dan gak pernah-pernah seperti ini,” katanya.
Meski demikian, Mashudi mengakui serve BNI 46 bagus tadi malam. Sementara pemain BSB beberapa kali melakukan serve error.
“Kita harus membenahi lagi permainan. Mulai dari serve, receive. Sebab tadi kan sudah memimpin terus gagal di serve jadi hilang momentum. Hal seperti ini membuat stress satu tim,” tutur pelatih yang membawa BSB juara Proliga 2011 dan 2013 ini.
Selain itu, lanjut Mashudi, tidak berjalannya strategi block oleh pemainnya membuat pemain BNI 46 leluasa meraup poin. Bahkan instruksinya agar quicker tidak memblok bola lawan sendiri tidak berjalan. Pemain di depan sering terlambat membantu block.
“Block gagal, gak jalan. Ini yang harus kita benahi untuk putaran II. Saya hanya ingin amankan (poin) final four saja. Setelah itu baru lebih kencang lagi,” tukasnya. (ije)

















