PALEMBANG, fornews.co – Tim bola voli putra Palembang Bank Sumsel Babel meraih kemenangan atas Lamongan Sadang MHS. Bermain di PSCC, Bayi Ajaib menutup laga 1-3 (26-24, 24-26, 19-25, 20-25).
Sama-sama mengincar kemenangan, kedua tim mengeluarkan permainan terbaik di set 1. Kejar mengejar poin berlangsung ketat. BSB yang memimpin perburuan poin justru kesulitan ketika sampai di poin kritis. Pemain Sadang MHS yang tampil konsisten justru berbalik unggul dan menutup laga dengan keunggulan 26-24.
Set kedua, pertandingan masih berjalan sengit. Bahkan Sadang MHS yang berada di atas angin sempat unggul 4 poin. Namun BSB yang tak ingin dipermalukan melakukan perubahan taktik yang berbuah kemenangan.
Dominasi BSB berlanjut di dua set berikutnya. Permainan apik Carlos Alberto Araujo ditopang pemain lokal sulit dibendung Dimas Saputra Pratama dkk.
Pelatih Palembang Bank Sumsel Babel, Mashudi mengatakan, sebelum pertandingan dirinya menyampaikan kepada para pemain bahwa laga ini seperti partai grand final. Sehingga seluruh pemain harus mati-matian untuk bisa lolos ke final four.
“Makanya ketika ada yang main jelek saya bongkar untuk dapat hasil terbaik. Apalagi Dirut BSB minta pemain bermain militan di kandang,” ujar Mashudi pada press conference usai pertandingan, Jumat (07/02) malam.
Kecolongan di set 1, menurut Mashudi karena dorongan motivasi yang begitu besar dari pemain untuk segera menyelesaikan pertandingan. Justru hal itu membuat permainan tidak nyaman. Begitupun set 2, sempat tertinggal dengan marjin 3 sampai 4 poin dikarenakan pemain tidak sabar dan terburu-buru menyelesaikan peluang.
“Ditambah lagi penampilan Lanne (pemain asing) yang kurang solid dan berpengaruh terhadap pertahanan yang rapuh. Tapi setelah Lanne saya tarik, diganti lokal, permainan justru membaik,” tuturnya.
Selain strategi rotasi yang berjalan baik, lanjut Mashudi, kemenangan BSB juga dipengaruhi permainan lawan yang menurun.
“Saya lihat Lamongan agak menurun karena pemain asingnya tidak maksimal karena cedera,” ujar Mashudi.
Dengan kemenangan ini, Mashudi semakin optimis saat menghadapi Jakarta BNI 46, Minggu (09/02).
“Seperti hari ini, lawan BNI 46 nanti juga kita anggap grand final. Gak ada pertandingan lain. Saya akan siapkan perubahan posisi starter pemain mengantisipasi permainan lawan,” tukas Mashudi.
Sementara itu, Pelatih Lamongan Sadang MHS Putut Marhaento mengakui keunggulan BSB. Menurutnya, permainan Gunawan Saputra dkk cukup bagus
“Pemain kami finishing touch banyak mati sendiri. Meski unggul di set 1, namun lawan justru berbalik menguasai pertandingan di set 2 sampai set 4,” katanya.
Menurut Putut, selain banyak melakukan kesalahan sendiri, timnya terkendala jumlah pemain yang terbatas.
“Sama dengan BSB, kita juga pengen dapat poin penuh. Tapi keterbatasan pemain membuat kita tidak bisa berbuat banyak,” keluhnya.
Saat ini, lanjut Putut, ada dua pemain yang kondisinya bermasalah. Mereka adalah Balsa Radunovic dan Ryno Viagustama.
“Sulit ketika punya pemain di posisi yang sama keduanya cedera. Kalau Ryno masih butuh waktu pemulihan, tapi di Balsa sudah kita paksakan main di laga tadi meski belum begitu maksimal. Kita pantau posisinya, kalau ada masalah ya kita istirahatkan lagi, karena bagaimanapun kita utamakan keselamatan pemain,” tukasnya.
Kapten Lamongan Sadang MHS, Balsa Radunovic meski belum bisa bermain maksimal, namun kondisinya sudah semakin bagus. Kekalahan dari BSB tadi dinilai Balsa tidak perlu terjadi jika pemain lebih percaya diri.
“Kami tim bagus. Untuk menang harus perbaiki mentalitas bertanding. Harus punya solusi ketika menghadapi situasi sulit,” tuturnya. (ije)

















