
TAK BISA dipungkiri kalau yoga, menjadi satu pilihan dari beragam olahraga yang disukai diberbagai negara sejak dulu.
Seiring dengan makin berkembangnya teknik olah tubuh yang berasal dari India ini, menjadikan yoga bertransformasi dengan munculnya beragam jenis. Seperti di Indonesia, muncul jenis KAPHA Yoga, yang kini menjadi tren di Kota Palembang. Yoga jenis KAPHA ini adalah singkatan dari penciptanya asal Indonesia, yakni Koko Asana Principle Of Human Body Aligment (KAPHA) pada 2013.
Sejak itulah, KAPHA Yoga terus berkembang ke pelosok tanah air, bahkan berdiri juga di Palembang di bulan Januari 2015 lalu. Teknik olah tubuh ini memanfaatkan advance alignment, yaitu aligment lanjutan dari aligment yang sudah ada sebelumnya. Yoga satu ini memiliki gerakan andalan yakni Front Warrior, sebuah pembaharuan dari pose Warrior yang sudah ada sebelumnya. Olah tubuh ini pun dipercaya mampu mengaktifkan otot-otot tubuh yang perlahan bisa mengurangi keluhan kesehatan tubuh.

Menurut salah satu instruktur KAPHA Yoga Reni Arta Yustistian, memang seiring dengan pesatnya informasi yang diinginkan masyarakat tentang yoga, perkembangan KAPHA Yoga di Palembang juga cukup signifikan. “Perkembangan KAPHA Yoga di Palembang sudah bagus dan banyak peminat. Saya saja mengajar di tiga sanggar. Selain itu, memang Kmsudah banyak juga instruktur Kapa Yoga di sini,” ujarnya, saat dibincangi usai mengajar di Sanggar Senan Windhy.

Pemilik sertifikat YTT (Yoga Teacher Training) 200 hour ini melanjutkan, untuk pemula yang akan mengikuti KAPHA yoga materi yang diberikan berupa Urfa Hastasana (berdiri tegak, tangan keatas), Utanasana (menekuk tubuh ke kaki, kedua lengan di samping telinga), Ardautanasana (lengan segaris dengan bahu), Caturangga Dandasana (menekuk siku disamping rusuk atau seperti posisi push up). “Berikutnya ada Bujanggasana (tubuh dilantai dada diangkat, siku dirusuk), serta Adomuka Savanasana (posisi nungging, bokong ditarik keatas, tangan dan kaki tekan kuat ke matras,),” sambungnya, seraya menambahkan, empat materi tersebut diberikan kepada pemula secara berbarengan.
“Namun ada beberapa member yang teroid atau kurang fleksibel. Jadi ada beberapa gerakan yang harus diterapi, khusus untuk member yang memiliki masalah. Kebanyakan member yang punya masalah itu, berada di bagian kaki, termasuk di lutut,” tukasnya.
Dona Silvyani Lovatori, owner Sanggar Senan Windhy di Jalan Kaswari No 1, dekat Simpang Bombat Perumnas Sako menuturkan, bahwa sudah setahun ini membuka kelas KAPHA yoga. “Mengapa saya memilih KAPHA yoga, karena gerakan posenya lebih enak diikuti. Untuk mempelajari teknik dasar itu cukup mudah. Semuanya dapat, mulai dari kekuatan, fleksibilitas, dan sebagainya Tapi untuk bisa mendalami Kapa Yoga ini, membersnya harus rutin,” tuturnya.

Widyawati (39), IRT, mengakui, selama mengikuti kelas KAPHA yoga setahun dua bulan ini, memang ada perubahan. Karena sebelumnya, tulang belakangnya agak miring ke kanan. “Setelah ikut yoga ini, bau tahu kalau memang tulang saya itu ada yang miring. Apalagi, khusus wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi tidak teratur menjadi teratur dan nyeri nyeri lagi. Kalau vertigo, migrain sudah tidak ada lagi. Kalaupun pada saat latihan mengalami keseleo, ya itu hanya bagian dari proses,” ujarnya.
Begitu juga yang diungkapkan Susan (45), PNS, bahwa mengenal yoga jenis ini dari teman. Pertama mencoba itu seluruh badan sakit, tapi setelah ikuti ini justru kalau tidak latihan badan jadi sakit. “Sudah 6 bulan ini, seminggu sekali. Manfaatnya ya benar-benar untuk kesehatan. Apalagi untuk wanita yang sudah masuk usia 40 tahun ke atas,” tutupnya. (tul)

















