
PEKANBARU-Era digital sekarang ini, terjadi integrasi teknologi inyernet dan multimedia dengan mengkombinasikan teknologi digital, satelit dan seluler untuk menyampaikan teks, audio, gambar, grafik dan visual kepada khalayak pembaca, pendengar dan pemirsa kapan saja dan di mana saja melalui perangkat personal, misalnya smartphone.
Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo pada Talkshow Konten vs Platform di Perpustakaan Wilayah (Puswil) Soeman HS di Pekanbaru, Riau (20/11), mengungkapkan bahwa saat ini terjadi konvergensi media, dimana media cetak menjadi media kuno dan “dinosaurus”. Menurut dia, perkiraan di Indonesia kini ada sekitar media online/siber diperkirakan mencapai 43.300, 2.000 media cetak, selain itu hingga akhir 2014, tercatat ada 1.166 media radio dan 394 media televisi.
“Namun, jumlah tersebut hanya 567 media cetak yang memenuhi syarat dan disebut media profesional, media online/cyber yang tercatat sebagai media profesional atau lolos verifikasi hanya 211 media online saja,” ujarnya. Pada acara Talkshow tersebut Sekjen AJI Indonesia Arfi Bambani Amri menjado moderator, kemudian ada juga Pimres Baritagar.id.
Sebagai contoh pesatnya pertumbuhan media siber, dia mengambil contoh di negara maju, dimana sejumlah media legendaris (Chicago Tribun, Cincinnati Post, dll) rontok terakhir adalah majalah newsweek. Sedangkan di Inggris trand media cetak terus menurun sejak 2002-2009 hal ini membuat dua media terkemuka The Financial Times dan The Observer yang tirasnya terun menurun hingga 250.000 eksemplar dan memutuskan beralih secara penuh ke digital pada 2011.
“Kendati demikian, The Financial Times setelah melakukan perubahan dalam pengelolaan perusahaan, pada akhir 2013 pembaca dan pelangganya kembali mencapai 900.000, yang metodenya membagikan gratis dan berisi iklan,” kata Stanlei (sapaan akrab Ketua Dewan Pers).
Lebih jauh disampaikan, begitu pesatnya teknologi, mendorong Indonesia untuk pengguna internet terus melonjak dimana 2015 mencapai 135 juta, 2014 107 juta, 2013 82 juta. Sementara jumlah pembaca lima tahun terakhir (2011-2016), pembaca media cetak turun 30%, pendengar radio menurin 10%, pemirsa televisi meningkat 200%, dan pembaca media cyber meningkat 500%.
“Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 252,4 juta, pengguna internet sebanyak 88,1juta atau 34,9%. Paling besar di pulau Jawa mencapai 52,0 juta; Sumatera 18,6 juta; Kalimantan 4,2 juta; Sulawesi 7,5 juta; dan Pulau Nusa Tenggara, Papua dan Maluku mencapai 5,9 juta,” bebernya.

Fesmed AJI Meriah
Sementara, Minggu (20/11) sore, festival media (Fesmed) yang diselenggarakan oleh AJI Indonesia bekerjasama AJI Pekanbaru, berlangsung sangat meriah. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari. Diakhir kegiatan, AJI Indonesia dan para sponsor mengumunkan pemenang berbagai perlombaan yang telah dilangsungkan sejak Sabtu (19/11). Yaitu, lomba stand AJI terbaik pertama diraih oleh AJI Yogyakarta, terbaik II AJI Balikpapan, dan terbaik III diraih oleh AJI Padang.
Lalu untuk kategori artikel jurnalistik pers mahasiswa diraih oleh Fera Safitri dari LPM Kentingan Universitas Sebelas Maret dengan judul karya Spam Kampus dan Prasangka Terus Menerus. Kategori artikel jurnalistik blogger diraih oleh Aisy Karima Dewi dengan judul karya Potret Satu Darsawarsa Sanitasi dan Air Bersih Kota Apel, Tahun-tahun Perjuangan Sanitasi dan Air Bersih di Gianyar Bali. Terakhir untuk kategori foto jurbalistik diraih oleh Nur Qamarin Trywahyuni dengan judul karya Anak-anak Pinggiran Sungai.
Selain itu, untuk lomba mading 3D, juara I mendapat hadiah berupa beasiswa pendidikan hingga tamat dari Universitas Lancang Kuning untuk empat orang, trophy rektor Unilak dan goodie bag dari Chevron. Untuk juara II dan III mendapatkan hadiah yang sama, perbedaannya hanya terletak pada beasiswa pendidikan hingga tamat dari Universitas Lancang Kuning. Untuk juara II dan III, beasiswa diberikan hanya pada tiga orang.
Lalu lomba mewarnai, juara I diraih oleh Ghendis Kayana dari TK IT BPMAA dan mendapatkan uang tunai Rp700.000 serta goodie bag dari Faber Castell. Juara II diraih oleh Kenzie Habiburrahman dari TK ANNUR dan mendapatkan uang tunai sebesar Rp500.000 serta goodie bag dari Faber Castell. Juara III diraih oleh Dinda Khairunnisa dari TK Negeri Pembina 3 dan mendapatkan uang tunai sebesar Rp300.000 serta goodie bag dari Faber Castell.
Tak hanya juara, AJI juga memberi penghargaan kepada pemenang harapan I, II dan III untuk anak-anak dilomba mewarnai. Pemenang harapan I diraih oleh Kesya Ananda Putri dari TK IT BPMAA dan mendapatkan goodie bag dari Faber Castell dan Japfa. Pemenang harapan II diraih oleh Adzra Hanifah TK An-Nur dan mendapatkan goodie bag dari Faber Castell dan Japfa serta pemenang harapan III diraih oleh Fahira Efandi dari TK Brimob dan mendapatkan goodie bag dari Faber Castell dan Japfa.
Selanjutnya untuk lomba video pendek terbaik diraih oleh Yudha Suyudana dari Kabupaten Siak, dengan judul karya Tanam Bakau Selamatkan Siak, dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp1 juta, sertifikat dan goodie bag dari Telkom. Sementara itu, untuk kategori lomba foto on location, juara I diraih oleh Zen Brahmana dan mendapatkan uang tunai Rp700.000, juara II diraih oleh Wahyu Noprianto dan mendapat uang tunai Rp500.000 dan juara III diraih oleh Rzl dan mendapat uang tunai Rp300.000. Selain uang tunai, masing-masing pemenang juga mendapat goodie bag dari Nutrifood.
Terakhir, lomba stand up comedy. Juara I diraih oleh Al-Hafiz dan mendapat uang tunai Rp1,5 juta, juara II diraih oleh Buha dan mendapat uang tunai Rp1 juta dan juara III diraih oleh Adrian dan mendapat uang tunai Rp700.000. Selain mendapat uang tunai, mereka juga berhak mendapat goodie bag dari Bank Riau Kepri. (ibr)
















