PALEMBANG, fornews.co – Sehari pascaperistiwa pengrusakan Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari, Rantau Alai, Ogan Ilir (OI) atau pada Kamis (08/03) dini hari lalu, Polda Sumsel langsung bergerak cepat.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyatakan, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku atas kasus dugaan pengrusakan rumah ibadah umat Kristiani. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangannya, Polda Sumsel sudah mengetahui ciri-ciri dan identitas pelaku. Ditambah lagi, dari jejak anjing pelacak yang diterjunkan waktu mendatangi dua rumah warga saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kita sudah menemukan titik terang siapa pelaku, dan kami sudah memeriksa enam orang saksi dalam kaitan pengrusakan gereja (Kapel) di Ogan Ilir. Salah satu saksi mengatakan kalau dia kenal dengan pelaku pengrusakan. Jika ketemu, saksi masih ingat dengan ciri ciri serta wajahnya (pelaku),” ujar Zulkarnain Adinegara, Jumat (09/03).
Terkait motif pelaku, Zulkarnain mengungkapkan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman, karena kejadian ini tindak kriminal murni. Namun, dia memastikan, jika kondisi di TKP sudah kondusif, bahkan Kapolres OI bersama jajarannya melakukan salat Jumat bersama di masjid yang ada di Desa Mekarsari. Polres OI juga akan membantu perbaikan gereja bersama warga.
Dari informasi yang dihimpun, pengrusakan Kapel Santo Zakaria dilakukan oleh orang tak dikenal pada Kamis (08/03) dini hari. Pelaku merusak pintu, memecahkan kaca, kursi dan mengacak-acak ruangan di dalam gereja.
Tidak hanya itu, pelaku yang diketahui berjumlah enam orang ini bahkan telah mengumpulkan kursi di dalam ruangan gereja untuk dibakar. Beruntung, sebelum api membesar ada warga yang melihat, sehingga api dapat diredam. (bas)

















