BANDUNG, fornews.co – Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, keberagaman merupakan potensi dan juga kunci pengembangan pariwisata.
“Tidak ada negara di dunia ini seberagam Indonesia. Tapi kita jangan tenggelam pada keberagaman budaya tanpa mengelola dan mengawasinya,” ujar Triawan, di sela Karnaval Pesona Parahyangan dalam rangka HUT RI ke-72 di Bandung, Sabtu (26/08) sore.
Intinya, lanjut Triawan, potensi sudah dimiliki sehingga ke depan bagaimana bisa meramu dan mengembangkannya sebagai sesuatu yang bisa memukau dan menarik wisatawan. “Yang belum adalah pengemasan yang leih baik. Saya harus akui pengemasan kita belum sempurna. Masih banyak yang perlu diperbaiki,” katanya.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 2,2 km dari Gedung Sate, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana yang menggunakan Kareta Pancasila berhenti dan kemudian menyaksikan karnaval dari Taman Vanda Bandung. Presiden dan rangkaian karnaval yang bertolak dari Gedung Sate pada pukul 14.20 WIB itu tiba di Taman Vanda pada pukul 15.30 WIB.
Para peserta karnaval tersebut kemudian melanjutkan perjalanan hingga alun-alun Bandung, yang berjarak 3 km dari Taman Vanda sehingga total jarak yang ditempuh oleh peserta karnaval adalah 5,2 km. Selain menyaksikan karnaval, Presiden juga mempersilakan warga Bandung, yang berada di taman tersebut untuk berswafoto dengan dirinya. Tampak sejumlah warga sabar mengantri.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan, berbagai potensi yang ada dalam kegiatan karnaval kemerdekaan kali ini. Salah satunya adalah membangun nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat Tanah Air.
“Yah banyak sekali, yang jelas ini sebagai basis kultural yang luar biasa dengan kekayaan kita. Kemudian ini membangun kekuatan sosial yang luar biasa seperti solidaritas, toleransi, dan lain-lain, tapi jangan lupa juga politik,” ucap Pratikno.
Ia menyatakan, pemerintah akan terus mengajak rakyat Indonesia untuk bekerja sama menghadapi era kompetisi di masa mendatang. “Kita konsisten ya, pesan kita jelas sebagai bangsa majemuk kita bersama harus melakukan lompatan kemajuan, bersaing dalam persaingan global yang ketat,” tandasnya. (ibr)

















