PALEMBANG, fornews.co-Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018 terus menyedot perhatian publik politik di Bumi Sriwijaya. Karena, hingga sejauh ini para kandidat masih belum menentukan pasangan masing-masing. Kemudian, masih banyak partai politik (parpol) yang belum menyodorkan rekomendasi kepada para kandidat.
Tapi, bagi parpol yang sudah menyiapkan kadernya sebagai kandidat, bisa jadi telah menyiapkan siapa calon yang akan menjadi pasangannya, walau tak terpublis ke publik. Lantas, bagaimana parpol yang hanya mengusung calon lain yang bukan dari kader partai. PKB, PKS dan PPP merupakan parpol yang hanya mengusung calon dari partai lain. Seperti NasDem yang telah menyatakan mengusung Herman Deru, bukan Syahrial Oesman (Ketua DPW NasDem Sumsel).
Meski tidak memiliki kader yang diusung, namun PKB, PKS dan PPP punya bargaining yang cukup kuat. Bahkan, tiga parpol ini bisa menjadi penentu bagi bakal calon gubernur yang belum memiliki kursi yang cukup. Apakah parpol ini akan memanfaatkan waktu dengan menunda memberikan dukungan kepada para kandidat hingga last minute?
“Sebenarnya ini bukan tentang last minute atau tidak, tentu masing-masing parpol punya banyak pertimbangan, baik itu hasil survei, kandidat calon yang akan berpasangan dengan siapa. Karena seluruh parpol itu pasti ingin menang siapapun kandidat yang mereka usung,” terang Sekretaris DPW PPP Sumsel, Rizal Kenedi, Jumat (20/10).
Menurut Rizal, untuk konteks menang ini tentu banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus menjadi salah satu bahan, untuk menjadi hal yang akan buat DPP dalam mengeluarkan rekomendasi. “Sekarang inikan lagi berproses, artinya PPP kalau untuk tingkat kabupaten/kota itukan usulan dari cabang, kemudian diusulkan ke DPW dan DPW mengusulkan tiga nama ke DPP. Karena di daerah hanya eksekutif partai, sedangkan pemilik partai itukan DPP. Artinya semua rekomendasi itu keluar dari DPP, tapi tentu dari DPP akan mendengarkan suara yang ada di bawah. Itulah usulan yang disampaikan oleh baik DPC dan DPW,” ujar Anggota DPRD Sumsel ini.
Pada tingkat DPW, sambungnya, sekarang ini masih dalam proses tersebut dan diharapkan, pada akhir Oktober ini DPP sudah mengeluarkan nama yang diusung termasuk calon gubernur. “Peta politik di Sumsel inikan tidak ada satu partai pun yang mengusung pasangan calon, tentu ada komunikasi politik di tingkat pusat,” tukasnya.
Terpisah, Ketua DPW PKS Sumsel, Erza Saladin menuturkan, bahwa memang partai mereka sejauh ini belum menentukan siapa tokoh bakal calon gubernur Sumsel, yang akan diusung. “Kita masih melihat prosesnya seperti apa. Kalau DPP sendiri tergantung dari apa yang diusulkan dari bawah. Tapi kita belum mengajukan nama (Balongub Sumsel),” tuturnya.
Mantan Anggota DPRD Sumsel itu menambahkan, semua hal pembahasan tentang Pilgub Sumsel di partai mereka masih belum final. “Karena sekarang masih terus berproses. Kita lihat situasinya, tidak bisa juga dikatakan memanfaatkan last minute dan tidak bisa juga dikatakan akan segera. Kita masih melihat prosesnya seperti apa,” tandasnya. (tul)

















