PALEMBANG, fornews.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka kongres XXX dan sidang mahasiswa permusyawaratan anggota XXIX yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI). Dia mengingatkan kepada peserta kongres, tentang keragaman bangsa Indonesia dengan 714 suku yang harus dijaga bersama.
Dalam kongres bertema “Membumikan Pancasila Menuju Indonesia Berdaulat” di GOR Dempo Jakabaring Sport City Palembang, Senin (22/01), Jokowi didampingi Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Idrus Marham, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hingga Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako.
Pembukaan kongres ditandai pemukulan gong oleh Presiden Jokowi dengan dihadiri ribuan peserta yang berasal dari PMKRI se-Indonesia.
“Keragaman (suku) tersebut harus dijaga bersama karena Indonesia adalah negara besar yang perlu kita bangun bersama-sama secara bergotong royong. Ketika tumbuh benih konflik harus segera dengan cepat-cepat diselesaikan, baik itu benih konflik antarsuku maupun antarumat beragama,” tegas Jokowi di hadapan peserta kongres.
Presiden Jokowi juga mempresentasikan pembangunan diberbagai perbatasan negara dan memaparkan tentang betapa pentingnya pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan pemerintah. “Kenapa kita bangun infrastruktur, karena dengan infrastruktur inilah pemerintah ingin menyatukan bangsa yang besar ini,” katanya.
Selain itu, Jokowi juga berpesan kepada seluruh peserta kongres untuk bijak menyikapi tahun politik 2018, agar semua pihak bersama menjaga kondusifitas wilayah masing-masing selama pelaksanaan pilkada.
“Total ada 171 Pilkada di seluruh tanah air Indonesia. Untuk itu saya mengajak para mahasiswa menjadi mahasiswa yang penuh kasih dan berani mengaktualkan Pancasila,” ajaknya seraya mengimbau.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa wilayah Sumsel sejauh ini kondusif dan selalu terjaga hingga dikenal dan diakui sebagai daerah zero konflik.
“Saat ini sedang dibangun 5 rumah ibadah dari 5 agama berdampingan di Jakabaring. Semua peserta kongres nanti silakan lihat Jakabaring ini, komplek olahraga berstandar internasional, hanya satu di Indonesia,” kata Alex. (bas)
















