KAYUAGUNG, fornews.co – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Reza Fahlevi menekankan agar seluruh guru khususnya Kepala Sekolah (Kepsek) di wilayah Sumsel menerapkan prinsip atau metode 4G. Tapi, 4G yang dimaksud oleh Reza adalah istilah pengembangan dalam dunia pendidikan yang ia cetuskan.
“Jadi 4G di sini bukan jaringan, tapi memang kecepatannya itu yang kita ambil. 4G ini singkatan dari gagasan, gerakan, gaul, dan ‘gila’,” katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kayuagung, Senin (17/02).
Dijelaskannya, setiap poin dalam singkatan ini memiliki makna besar. Seperti Gagasan, seorang guru atau kepala sekolah harus memiliki gagasan yang kuat dan hebat untuk memajukan sekolahnya.
Selanjutnya, gerakan. Gerakan di sini menurutnya untuk menunjang gagasan yang ada, karena ketika yang muncul hanya ide atau gagasan tapi tidak ada gerakan hal ini akan menjadi sia-sia.
“Selanjutnya gaul. Gaul juga menjadi hal pendukung dalam gagasan dan gerakan ini. Karena tanpa gaul, atau pergaulan gagasan untuk melaksanakan kegiatan akan sulit, karena di beberapa kegiatan ada yang membutuhkan sponsor dan lain sebagainya,” ujarnya.
“G yang terakhir yaitu ‘gila’. Tapi ini gila dalam tanda kutip ya, karena untuk berkarya terkadang kita membutuhkan ide-ide gila yang berbeda dan mungkin tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Ketika ide gila ini berhasil dilaksanakan kita akan menjadi yang pertama, tapi kalau belum berhasil setidaknya pernah mencoba,” kata Reza melanjutkan.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa jika seorang guru bahkan kepala sekolah itu hanya bekerja bagaikan air yang mengalir hal itu tidak akan membawa kemajuan. “Kalau program bagai air mengalir saja itu ngapain kepsek itu sarjana. Harus ciptakan suasana bahagia di sekolah, dalam kegiatan belajar,” pungkasnya. (rif)

















