Ditulis: Ibrahim Arsyad
Dari tangan pasangan suami istri M Husin (40) dan Talha (39), warga Desa Bangsal, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI), mengolah susu kerbau menjadi minyak yang diberinama minyak sapi.
Olahan turun temurun dari susu kerbau ini juga menjadi berbagai jenis makanan, yakni gula puan, sagon puan, juadah puan dan srikaya puan. Yang menarik adalah dengan penyebutan minyak sapi, sementara bahan baku pembuatannya sendiri dari susu dengan nama ilmiah Bubalus bubalis (kerbau). Bagaimana masyarakat bisa menamakan itu, berikut hasil wawancara fornews.co dengan Talha generasi ketiga pengolah susu kerbau di Desa Bangsal, Senin (26/03/2018).
Untuk memproduksi minyak sapi, setiap pagi suaminya (M Husin) membeli susu kerbau ke pertenak yang ada di desa kawasan gambut tersebut. Setiap hari dirinya (Talha) bersama kelompok usaha yang dibangun dengan beranggotakan kaum ibu-ibu tersebut, mengelola 10-15 liter susu kerbau.
Memang minyak sapi bukanlah produksi utama dan umumnya untuk konsumsi pribadi atau kelompok usahanya untuk membuat nasi samin atau nasi minyak. Adapun olahan unggulan dan bernilai ekonomis tinggi yakni Gula Puan dan Sagon Puan. Untuk gula puan dihargai Rp80.000 perkilogram (kg) nya, dan sagon puan memcapai Rp150.000 perkg-nya.
Mengolah susu kerbau menjadi minyak sapi dipaparkan Talha, terlebih dahulu susu diendapkan selama 3 jam untuk mendapatkan gumpalan di lapisan atas susu. Gumpalan susu kerbau itu dipisahkan dengan susu cair di lapisan bawah. Bagian susu cair inilah kemudian menjadi gula dan sagon puan.
“Setelah dipisahkan, gumpalan susu ini tidak langsung diolah menjadi minyak. Tapi kembali diendapkan selama tiga hari (lebih lama dari proses pertama), menjadi gumpalan sempurna baru dikelola dengan cara dimasak sebagaimana membuat minyak tradisional,” tuturnya seraya menyebutkan, satu liter susu segar senagai bahan baku dibelinya Rp15.000 perliter.
Dari 10 liter susu kerbau, minyak sapi yang bisa diproduksi kurang lebih 2 liter minyak. Bagi warga Desa Bangsal, minyak sapi lebih digemari sebagai bahan campur nasi samin ketimbang dengan minyak olahan lain. Minyak samin sendiri dihidangkan jika ada acara nikah, aqiqah dan lainnya.
Kemudian ibu dua anak ini menceritakan kenapa diberi nama minya sapi, padahal baham baku dari susu kerbau. Menurutnya, penamaan sudah sejak neneknya di mana ia saat ini sudah generasi ketiga melestarikan pengolahan susu kerbau.
“Karena kalau bicara susu itu kan, umumnya yang dikonsumsi susu sapi. Jadi, nenek kami yang lebih dulu mengolah susu kerbau menyebutnya minyak sapi,” ucap Talha.

Sementara, untuk menghasilkan olahan gula dan sagon puan dari 10 liter sapi bisa menghasilkan 4 kg gula puan. Demikian juga takaran yang sama pada sagon puan.
Dikutip dari wikipedia.org, susu kerbau adalah susu yang dihasilkan dari kerbau domestikasi (Bubalus bubalis). Susu kerbau berbeda dengan susu ruminansia lainnya karena mengandung asam lemak dan protein yang lebih tinggi.[1] Tingginya kadar lemak, protein, dan padatan terlarut lainnya menjadikan susu kerbau lebih mudah diolah menjadi produk susu seperti keju.
Kerbau yang hidup di rawa akan memiliki sifat susu yang berbeda jika dibandingkan dengan kerbau yang hidup di air.[2] Musim pemerahan dan genetik kerbau juga diketahui menyebabkan variasi kandungan nutrisi dari susu kerbau.[3]
Mentega dari susu kerbau diketahui memiliki kestabilan yang lebih baik dari mentega yang dihasilkan dari susu sapi. Minyak samin dari susu kerbau memiliki ciri khas ukuran partikel padatan terlarut yang lebih besar.[4] Di India, susu kerbau diolah dengan dicampur dengan susu skim untuk mengurangi kadar lemaknya sehingga memiliki karakteristik yang mirip dengan susu sapi dan digunakan sebagai pengganti susu sapi.[5]
Manfaat yang terkandung pada susu kerbau:
Tinggi Protein
Susu kerbau memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Ditambah lagi kandungan sembilan asam amino yang cocok untuk orang yang sudah lanjut usia. Dalam satu cangkir susu kerbau didapatkan 8,5 gram kandungan protein. Manfaat dari mengkonsumsi susu kerbau adalah dapat melindungi dan menjaga kesehatan otot di usia tua maupun muda.
Tinggi Mineral
Beberapa macam mineral dapat ditemukan di dalam susu kerbau, seperti kandungan kalsium yang tinggi, magnesium, fosfor dan potasium sehingga membuat susu kerbau dapat bermanfaat menjaga kesehatan tulang keropos atau osteoporosis. Selain itu, terdapat pula kandungan zat besi yang berguna mencegah tekanan darah tinggi, anemia dan memperbaiki fungsi otot.
Tinggi Vitamin
Dengan mengkonsumsi susu kerbau dapat terhindar dari penyakit jantung dan stroke. Hal ini dikarenakan dalam susu kerbau terdapat kandungan vitamin B12 dan riboflavin. Selain itu, terdapat pula kandungan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan metabolisme, kandungan vitamin C yang bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vitamin B6, thiamin, asam folat dan niacin.
Rendah Kolesterol
Dibandingkan dengan jenis susu lainnya, susu kerbau memiliki kandungan kolesterol yang cukup sedikit sehingga aman bagi penderita diabetes dan penyakit jantung. Selain itu, susu kerbau juga baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.
Tinggi Lemak
Bagi yang menginginkan tubuh berisi dan berat badan naik, cobalah mengkonsumsi susu kerbau setiap hari. Sebab, kandungan lemak di dalam susu kerbau lebih tinggi daripada susu sapi. Sehingga baik untuk program penambah berat badan dan dapat meningkatkan masa otot.
Namun, kandungan lemak yang tinggi ini tidak cocok bagi yang sedang menjalankan program diet. Dan juga dapat mengakibatkan obesitas apabila dikonsumsi secara berlebihan dan beberapa macam gangguan kesehatan lainnya. (*)
(sebagai referensi penulis mengutip manfaat susu kerbau dari mesin pencarian internet)
















